Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 20 Des 2021 18:32 WIB

TRAVEL NEWS

Karantina dari Luar Negeri Bakal Balik Lagi ke 14 Hari

Menparekraf Sandiaga Uno
Foto: Menparekraf Sandiaga Uno (Ahmad Masaul/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah betul-betul serius menyikapi varian baru virus COVID-19, Omicron. Pemerintah akan memberlakukan karantina selama 14 hari lagi.

Seperti diketahui bahwa saat ini para turis juga WNI yang datang dari luar negeri hanya perlu karantina selama 10 hari. Perkembangan kasus akan menjadi acuannya.

"Dan pemerintah sedang mempertimbangkan untuk menaikkan jumlah karantina terpusat 14 hari. Ini akan akan terus lakukan evaluasi per minggu," kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam temu wartawan mingguan, Senin (20/12/2021).

"Tapi ada indikasi kuat pemerintah akan mempertimbangkan untuk melakukan 14 hari karantina terpusat. Terutama bagi mereka yang datang dari luar negeri," imbuh dia.

Sandiaga menyebut bahwa saat ini sudah ada ribuan traveler yang lalu lalang bepergian ke luar negeri. Ia juga menyebut bahwa datangya varian baru itu dari para pelaku perjalanan luar negeri.

"Karena sekarang sudah terpantau hampir 4.000 pelaku perjalanan ke luar negeri baik yang keluar maupun masuk," terang Sandiaga.

"Karena dari seluruh kasus yang hadir di Indonesia semua itu datangnya dari luar negeri. Jadi perintah dari bapak presiden jangan sampai terlambat menyikapi Omicron ini," imbuh dia.

Sesuai dengan pembahasan di rapat terbatas, lanjut Sandiaga, situasi COVID-19 di Tanah Air sudah aman terkendali. Daerah-daerah yang terpantau mengalami peningkatan aktivitas tapi tidak meningkatkan jumlah kasus baru.

"Meski Omicron sudah hadir, tapi kasus baru COVID-19 terkendali. Oleh karena itu untuk mengantisipasi dengan adanya Omicron, pemerintah tetap memberlakukan karantina 10 hari," kata dia.

Saat ini sudah ada beberapa traveler dari negara tertentu yang dilarang masuk ke Indonesia. Ini semua menyikapi keberadaan varian baru Omicron.

"Karena ada 95 negara dan 11 negara yang dilarang, ditambah empat negara lagi yaitu Inggris (UK), Denmark, dan Norwegia walau ada satu wilayah dikeluarkan dari daftar itu yakni Hong Kong," kata dia.

"Di proses screening pemerintah betul-betul ingin diperketat dan ditingkatkan pula jumlah vaksinasi," kata Sandiaga.



Simak Video "Sandiaga Uno Terkesan dengan Cerita Film 'Ngeri-Ngeri Sedap'"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA