Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 06 Jan 2022 15:30 WIB

TRAVEL NEWS

Berkaca Kasus Djokovic-Australia, RI Bisa dong Tegas dan Enggak Tebang Pilih

Femi Diah
detikTravel
TURIN, ITALY - NOVEMBER 20:  Novak Djokovic of Serbia reacts during the Mens Singles Second Semi-Final match between Novak Djokovic of Serbia and Alexander Zverev of Germany on Day Seven of the Nitto ATP World Tour Finals at Pala Alpitour on November 20, 2021 in Turin, Italy. (Photo by Julian Finney/Getty Images)
Petenis Serbia Novak Djokovic tidak bisa masuk Australia (Getty Images/Julian Finney)
Jakarta -

Australia resmi membatalkan visa masuk petenis nomor satu dunia Novak Djokovic untuk mengikuti grand slam Australia Open 2022. Berkaca peristiwa itu, Indonesia seharusnya juga tidak tebang pilih dalam menerapkan protokol kesehatan.

Petenis Serbia Djokovic seharusnya tampil sebagai juara bertahan dalam turnamen tenis grand slam Australia Open yang berlangsung di Melbourne mulai 17-30 Januari 2022. Djokovic terbang ke Australia pada Rabu (5/1/2022) setelah mendapat pengecualian dari sisi medis terkait status vaksinasi Covid-19.

Ya, Djokovic merupakan salah satu pesohor yang skeptis terhadap vaksin Covid-19. Dan, pengecualian dari sisi medis, yang artinya memang tidak bisa divaksin karena memiliki efek kesehatan, itu sempat membuat Djokovic berharap bisa tampil di Australia Open.

Tetapi, kabar petenis dengan koleksi 20 gelar juara grand slam itu bisa masuk ke Australia meski belum melakukan vaksin diprotes oleh warga Australia. Tekanan dari masyarakat itulah yang diyakini mempengaruhi keputusan pemerintah Australia.

Setibanya di Melbourne, Djokovic ditahan di bandara dan tak bisa meninggalkan bandara karena dianggap tidak bisa menunjukkan bukti pengecualian dari sisi medis terkait kewajiban vaksinasi Covid-10 untuk masuk Australia. Sempat terkatung-katung di bandara, Nole, sapaan karib Novak Djokovic, dideportasi.

Menteri Kesehatan Greg Hunt menyatakan visa masuk Australia yang dimiliki Djokovic sudah dibatalkan. Djokovic dianggap gagal menunjukkan bukti persyaratan yang dibutuhkan untuk masuk Australia.

"Aturan adalah aturan dan tidak ada kasus khusus," kata Perdana Menteri Scott Morrison.

Di Indonesia, penerapan aturan protokol kesehatan tampaknya perlu berkaca kepada peristiwa Djokovic yang ditolak masuk ke Australia. Kendati Australia memiliki kepentingan untuk mendatangkan Nole, sebagai juara bertahan dan petenis nomor satu dunia, untuk membuat turnamen tetap menarik penonton, tetapi aturan tetap harus ditegakkan.



Simak Video "Petenis Serbia Novak Djokovic Dideportasi dari Australia "
[Gambas:Video 20detik]
(fem/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA