Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 07 Jan 2022 19:11 WIB

TRAVEL NEWS

Kopina Sajang, Kopi Sembalun yang Bikin Kemenparekraf Kepincut

bonauli
detikTravel
Kopina Sajang, kopi khas Sembalun
Kopina Sajang, kopi khas Sembalun (Bonauli/detikcom)
Lombok Timur -

Berada di kaki Gunung Rinjani, membuat Sembalun kaya akan alam dan budaya. Kopi adalah salah satunya.

Gempa dan pandemi datang beriringan menghantam Lombok. Sembalun, salah satu daerah yang perekonominnya berasal dari pariwisata, pun kelabakan.

Namun, selalu ada jalan keluar bagi siapa pun yang mencarinya. Itulah petuah nenek moyang yang bisa dijadikan semangat.

detikTravel bersama Toyota Corolla Cross Hybrid Road Trip Explore Mandalika melakukan perjalanan ke Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Di sana, tim mengobrol dengan Abdul Rozak, pemandu, pendiri komite Sembalun Seven Summit sekaligus pengusaha kopi.

Kopina Sajang, kopi khas SembalunKopina Sajang, kopi khas Sembalun Foto: (Bonauli/detikcom)

Rozak bercerita tentang awal perjalanan kopinya yang bikin Kemenparekraf kepincut, jatuh cinta. Saat gempa datang, ada banyak relawan internasional yang membantu warga Sembalun.

"Saat itu terpikirkan untuk memberikan suvenir yang disukai semua orang, kopi," kata dia.

Saat gempa dan pandemi datang, para pelaku wisata di Sembalun kehilangan pekerjaan. Mengingat kenangan kopi yang disukai oleh para relawan, akhirnya para pelaku wisata bersatu untuk membuka usaha kopi.

Rozak memberi nama Kopi Abang (Arabika Sajang) sebagai brand. Pada tahun 2021 lalu, Kemenparekraf memiliki program khusus Mandalika dalam kategori bedah kemasan.

"Kemenparekraf tertarik dan saya menang," ujar Rozak.

Saat ini, sudah ada 80 porter dan 25 pemandu treking yang ikut dalam usaha ini. Selama hampir dua tahun menganggur karena pandemi, justru membuat mereka membuka peluang usaha lain.

"Jenis kopinya arabika varietas tipika, robustanya varietas lokal," dia menjelaskan.

Karena keunikan rasa yang diberikan oleh kopinya, Rozak menang dengan hadiah kemasan premium. Namanya pun berganti menjadi Kopina Sajang.

Kopi khas Sembalun ini dihargai seharga Rp 40 ribu untuk empat kemasan drip bag dan Rp 100 ribu untuk kemasan 200 gram.

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Risma Debat Sengit Lawan Mahasiswa soal Bansos di Lombok"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA