Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 11 Jan 2022 08:11 WIB

TRAVEL NEWS

Lebak Level 2, Museum Multatuli Buka Lagi

Femi Diah
detikTravel
Museum Multatuli di Lebak, Banten
Museum Multatuli di Lebak, Banten buka lagi. (Femi Diah/detikcom)
Rangkasbitung -

Museum Multatuli di Rangkasbitung, Lebak, Banten dibuka lagi sejak Desember 2021. Traveler bisa kembali menapaki jejak sejarah Douwes Dekker dan gugatannya terhadap pemerintah Belanda.

Museum Multatuli sempat tutup untuk memutus rantai penularan virus Corona. Kini, museum seluas 1.842 meter persegi tersebut kembali dibuka dengan penerapan protokol kesehatan.

Museum Multatuli di Lebak, BantenMuseum Multatuli di Lebak, Banten Foto: Femi Diah/detikcom

"Sejak Lebak lepas dari status PPKM level 3 menjadi level 2, dan sekarang sudah mulai membuka seluruh tempat wisata, kami, Museum Multatuli, ikut serta dengan instruksi itu," kata Ubaidilah Muchtar, kepala Museum Multatuli, dalam perbincangan dengan detikTravel, Selasa (11/1/2022).

"Kami sudah kembali kembali menerima kunjungan resmi sejak pertengahan Desember 2021. Sejak itu, pada Sabtu Minggu menjadi waktu paling ramai," kata pria yang akrab disapa Ubay itu.

"Kami menerapkan prokes untuk pegawai dan pengunjung. Mereka wajib memakai masker dan menunjukkan bukti vaksin serta scan lewat PeduliLindungi. Untuk pengunjung dengan rombongan di atas 50 orang juga wajib melakukan reservasi lebih dahulu," dia menjelaskan.

Museum Multatuli di Lebak, BantenTraveler wajib menscan barcode dengan aplikasi PeduliLindungi sebelum memasuki Museum Multatuli di Lebak, Banten. (Femi Diah/detikcom)

Museum Multatuli, yang diresmikan pada 11 Februari 2018, itu cukup mudah dijangkau dari Terminal Bus Mandala Rangkasbitung atau Stasiun Kereta Api Rangkasbitung. Lokasinya tepat di seberang Alun-alun Rangkasbitung dan bersebelahan dengan Perpustakaan Saidjah Adinda yang menjulang, tepatnya di di Alun-Alun Timur No. 8 Rangkasbitung, Lebak, Banten.

Museum Multatuli menempati bangunan bekas Kewedanaan Rangkasbitung yang berdiri tahun 1923. Museum Multatuli bukan sekadar mengedepankan tokoh Eduard Dowes Dekker, yang menjadi asisten residen Lebak pada 1856, tetapi justru menjadi museum antikolonialisme pertama dan satu-satunya di Indonesia. Konsep tersebut mengambil ide dari gagasan besar roman Max Havelaar yang menggugat sistem kolonialisme di Indonesia.

Kendati dibangun di dalam kantor lawas, Museum Multatuli menyuguhkan infografis, audio, dan video yang modern. Terdapat barang tiruan ataupun artefak otentik, misalnya tegel bekas rumah Multatuli. Di sana juga terdapat Max Havelaar bahasa Prancis edisi pertama (1876), litografi atau lukisan wajah Multatuli, peta lama Lebak, arsip-arsip Multatuli, surat Multatuli kepada Raja Willem III, dan buku-buku lainnya.

Museum Multatuli memiliki tujuh ruangan yang terbagi menjadi empat tema. Keempat tema tersebut yaitu sejarah datangnya kolonialisme ke Indonesia, Multatuli dan karyanya, sejarah Lebak dan Banten, serta Rangkasbitung masa kini.

Pada bagian luar museum terdapat monumen Multatuli, Saidjah, dan Adinda. Saat ini, di pintu masuk museum, traveler bakal disambut dengan instalasi bubu, penangkap ikan dari bambu. Instalasi itu dipamerkan sejak September 2011 pada saat Festival Multatuli.

Museum Multatuli di Lebak, BantenMuseum Multatuli di Lebak, Banten memiliki monumen Multatuli, Saidjah, dan Adinda. (Femi Diah/detikcom)

Museum Multatuli buka dari Selasa hingga Minggu. jam buka untuk Selasa hingga Jumat mulai pukul 08.00 hingga 16.00, kemudian pada akhir pekan Sabtu dan Minggu dibuka mulai 09.00 sampai 16.00. Traveler tidak perlu merogoh kocek untuk masuk museum ini alias gratis.

Asyiknya lagi, Museum Multatuli ini tidak jauh dari pusat kuliner Lebak. Aneka penganan bisa didapatkan traveler dengan mudah saat berkunjung di museum ini.



Simak Video "Menikmati Hidangan Lezat yang Menggugah Selera, Tangerang"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT