Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 12 Jan 2022 20:04 WIB

TRAVEL NEWS

Ironi Tari Perut Mesir, Sering Dianggap Tari Telanjang Padahal Bukan!

Putu Intan
detikTravel
Belly Dance di Dubai
Ilustrasi tari perut. (Afif/detikTravel)
Kairo -

Tari perut Mesir punya nilai budaya dan seni yang tinggi. Sayangnya, tarian ini kerap disalahpahami sebagai tari telanjang yang dibawakan pekerja seks.

Tari perut merupakan hiburan yang menjadi andalan Mesir. Pertunjukan ini dapat ditemukan di klub malam terapung di sepanjang Sungai Nil.

Bukan rahasia, tari perut menjadi magnet bagi wisatawan dari seluruh dunia, terutama negara-negara Arab Teluk. Wisatawan suka melihat penari yang dengan gemulainya menggerakkan tubuh sambil diiringi musik tradisional.

Tak hanya penonton, para penari juga senang dapat kembali unjuk kebolehan. Akan tetapi, ada kegelisahan di benak mereka soal pandangan orang-orang pada tari perut.

Dikutip dari The Guardian, Rabu (12/1/2022) tari perut yang merupakan karya seni sering dikaitkan dengan budaya minum dan klub malam. Tarian yang berakar dalam sejarah Mesir ini juga dianggap lebih mirip dengan tari telanjang.

Stigma-stigma ini membuat kehidupan para penari menjadi sulit. Salah satu penari, Amie Sultan mengungkapkan hal tersebut.

"Yang kami lihat, semakin banyak tarian ini disembunyikan di kabaret dan bar bawah tanah," kata dia.

"Keluarga Mesir pada umumnya yang pergi ke teater dan menonton pertunjukan tidak akan pernah melihat tarian ini," sambungnya.

Untuk mengubah persepsi yang keliru, Sultan telah menawarkan agar tari perut Mesir masuk dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Sultan ingin tari perut dikenal sebagai sebuah seni tradisional.

Sultan mengatakan, tari perut sebenarnya sangat populer. Tari perut juga ditampilkan dalam acara pernikahan Muslim dan Kristen. Namun, para penari justru terlihat sebagai pekerja seks daripada artis.

Dalam masyarakat Mesir yang konservatif, para penari perut bahkan berisiko dituntut pihak berwenang karena memakai pakaian yang dianggap terlalu bebas. Sultan melihat dua fenomena ini sebagai sebuah ironi.

"Seorang ibu akan menyewa penari untuk pernikahan putranya. Tetapi dia tidak akan pernah membiarkan putrinya menjadi penari," ujarnya.

Sultan yang lahir di Singapura, memulai karir sebagai penari balet. Ia kemudian menjadi penari perut pada tahun 2014.

Ketika itu, ia kaget dengan budaya penari perut. Mereka rupanya bersaing untuk mengenakan kostum yang lebih terbuka. Tak jarang pula para penari melakukan operasi kosmetik dan pembesaran payudara.

"Saya bahkan tidak suka istilah tari perut," kata dia.

Sultan lebih memilih menyebutnya sebagai tari Mesir. Nama tari perut sendiri ditemukan penjajah Prancis di Mesir. Para penjajah itu kembali ke Prancis dan menyebutnya danse du ventre (tarian perut) tetapi tidak pernah menyebutnya dalam bahasa Arab.

Sementara itu, Sultan membuat program pengajaran tari perut kepada anak-anak muda. Ia akan melatih penari muda serupa dengan latihan balet. Mereka juga diajari menari dengan gaya bintang dari film Mesir seperti Samia Gamal dan Naima Akef. Mereka dididik untuk menjauhkan diri dari gaya tari seksual di klub malam.



Simak Video "Detik-detik SpaceX Luncurkan Satelit Komunikasi Mesir"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA