Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 27 Jan 2022 23:07 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Penemuan Australia: dari Nelayan Indonesia sampai Dikuasai Inggris

Putu Intan
detikTravel
Suasana Sydney Opera House saat malam
Foto: Wahyu Setyo Widodo
London -

Benua Australia punya sejarah penemuan yang panjang. Masyarakat benua ini bahkan disebut sudah berdagang dengan Indonesia sebelum Inggris datang dan menguasainya.

Bicara mengenai sejarah Australia, kita harus melihat dokumentasi penemuan pertama benua itu pada 1606. Saat itu, kapal Belanda milik Dutch East India Company, Duyfken, mendarat di sisi barat Semenanjung Cape York.

Pada tahun yang sama, kapal Spanyol berlayar di perairan dekat Australia lalu mendarat di New Hebrides. Kala itu, mereka percaya bahwa daratan yang mereka kunjungi adalah benua selatan yang terkenal.

Akan tetapi, kru ekspedisi Spanyol justru tanpa sadar malah menemukan kepulauan yang sekarang dikenal sebagai Vanuatu.

Pada saat para kru dari Eropa ini mencoba menemukan 'benua selatan', sebenarnya mereka tidak akan menjadi penduduk pertama di sana. Itu karena, benua seluas 7,692 juta kilometer persegi itu sudah ditinggali Suku Aborigin sejak 50.000 tahun sebelumnya.

Kembali ke penemuan Australia, pada 26 Februari 1606, seorang navigator Belanda bernama Willem Janszoon didokumentasikan sebagai orang Eropa pertama yang menemukan benua itu. Janszoon sempat mengira bahwa tanah itu adalah bagian dari New Guinea.

Sekitar 20 tahun kemudian, kapal Belanda lainnya kembali datang ke sana. Kemudian pada 4 Juli 1629, kapal Batavia karam di dekat Geraldton, Australia Barat.

Mereka kemudian membangun benteng untuk melindungi diri. Itulah bangunan pertama yang dibangun orang Eropa di Australia.

Pada tahun 1770, Letnan Inggris James Cook berlayar ke Pasifik selatan. Ini merupakan perintah rahasia dari Inggris untuk menemukan tanah jajahan.

Kapten Cook kemudian menamai benua selatan sebagai New Wales. Lalu diubah menjadi New South Wales.

Kapten Cook juga merupakan orang pertama yang mengunjungi Great Barrier Reef. Kapalnya menabrak gugusan karang itu sampai hampir hancur.

Salah satu kru Kapten Cook, Joseph Banks, merekomendasikan agar Inggris menjajah tanah yang diklaim sudah ditemukan Cook. Padahal di sana sudah ada penduduk lokal yakni masyarakat Aborigin.

Lalu pada 1803, penjelajah Inggris Matthew Flinders menyarankan agar benua tersebut dinamai Australia. Saran Matthew ini tidak diterapkan sampai tahun 1901 benua itu disebut Australia.

Dari kisah penemuan Australia ini, ada hal unik yang diungkap sejarawan. Ada beberapa bukti yang menyatakan bahwa nelayan dan pedagang dari Indonesia, India, dan China kemungkinan sudah mengunjungi Australia utara sebelum kedatangan Janszoon hingga James Cook.

Dilansir dari The Sun, Kamis (27/1/2022) sejarawan mengatakan, mereka kemungkinan telah berdagang dengan orang Aborigin sekitar 5.000 tahun sebelum Belanda singgah.

Bahkan dingo yang dikenal sebagai anjing liar Australia, disebut juga telah diperkenalkan ke Australia sekitar 5.000 tahun sebelumnya.



Simak Video "Australia Kembali Dilanda Banjir Usai Diguyur Hujan Lebat"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA