Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 31 Jan 2022 19:11 WIB

TRAVEL NEWS

Soal Karantina Turis Ukraina, Sandiaga: Ini Bukan Miskom

Menparekraf Sandiaga Uno resmikan Creative Hub Labuan Bajo
Foto: Kemenparekraf
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, turis asal Ukraina mengaku dipersulit oleh kebijakan hotel karantina. Menparekraf Sandiaga Uno bersikukuh itu bukan sekadar kesalahan komunikasi.

Sandiaga mengatakan akan menindak tegas apabila ada oknum yang mencari keuntungan dalam kebijakan karantina. Presiden pun mengajak masyarakat untuk menjaga reputasi negara Indonesia.

"Barusan di rapat terbatas (ratas) presiden sangat tegas, beliau mengingatkan kembali kita semua untuk menjaga reputasi Indonesia sebagai negara yang menerapkan pengendalian pandemi," kata Sandiaga.

"Salah satu adalah best practice di dunia salah satu yang terbaik di dunia untuk meningkatkan kerjasama sosialisasi dan edukasi dan jangan sampai ada permainan jangan sampai ada yang mencoreng niat baik kita dalam pengendalian pandemi sampai juga ada kebocoran dari karantina ini," Sandiaga menambahkan.

Menparekraf menuturkan ingin merangkul PHRI sebagai penyedia fasilitas karantina yang nanti juga akan dimulai di Bali. Dia berpendapat kebijakan karantina seharusnya bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan citra baik Indonesia.

"Saya mengapresiasi Pak Hariyadi (Sukamdani, ketua PHRI), yang secara progresif secara proaktif, berkoordinasi dengan kami tentunya apa yang terjadi ini sangat kita sayangkan dan dengan komunikasi yang lebih baik," ujatr Sandiaga.

"Dengan penanganan dan dengan implementasi dari arahan presiden untuk kita sosialisasi dan juga kita mengimplementasi kebijakan karantina kita ini, tentunya akan bisa meningkatkan citra kita dalam penanganan pandemi dan juga Indonesia sebagai top of mind," ujar Sandiaga.

Sandiaga juga menegaskan kejadian ini bukanlah miss komunikasi. Ke depannya kebijakan mengenai wisatawan mancanegara harus diperbaiki. Sandiaga mengajak untuk saling bergandengan tangan dan tidak saling menyalahkan.

"Perlu saya garis bawahi adalah kita akan bertindak tegas jadi bukan miskom, ini berkali-kali saya ini saya mendapatkan langsung berita dan ini juga dikonfirmasi oleh banyak sekali yang menyatakan hal yang sama. Jadi apa yang dialami ini kita jangan sederhanakan sebagai sebuah miskomunikasi tapi memang terjadi di dalam penanganan pandemi kita," kata Sandiaga.

Beberapa hari lalu Kemenparekraf mengeluarkan pernyataan bahwa ada miskomunikasi yang terjadi dalam penerapan kebijakan ini.

"Berdasarkan temuan di lapangan, ini lebih kepada miskomunikasi antara penyedia dan pelaku perjalanan. Dari Tim Kemenparekraf melakukan komunikasi, advokasi, dan menghubungkan dengan pihak-pihak terkait sehingga adanya kejelasan mengenai prosedur karantina," bunyi keterangan pers Kemenparekraf yang diterima, Minggu (30/1).



Simak Video "Kabar Baik! Kunjungan Wisman ke RI Meroket Hingga 40 Persen"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA