Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 03 Feb 2022 17:06 WIB

TRAVEL NEWS

Resep Menjaga Toleransi Umat Beragama di Singkawang: Komunikasi

Vihara Tri Dharma Bumi Raya
Foto:Imlek di Kota Singkawang (Wahyu Setyo Widodo/detikTravel)
Singkawang -

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie berbagi resep soal toleransi di kota yang dipimpinnya. Kuncinya cuma satu yaitu komunikasi. Seperti apa?

Kota Singkawang menduduki peringkat kedua kota paling toleran di Indonesia dalam laporan Indeks Kota Toleran 2020 yang dirilis oleh Setara Institute. Singkawang hanya kalah dari Salatiga yang menduduki peringkat pertama.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie membagikan resep bagaimana kotanya bisa menjadi kota dengan indeks toleransi tertinggi kedua di Indonesia. Menurutnya kuncinya cuma satu yaitu komunikasi.

"Resepnya cuma satu ya: kita harus berkomunikasi," kata Tjhai Chui Mie dalam sesi wawancara eksklusif bersama detikTravel di kantornya, Jalan Firdaus No 1 Singkawang, beberapa waktu lalu.

Chui Mie menegaskan, semua hal yang dilakukan oleh pemerintah kota Singkawang tidak memandang suku atau agamanya, melainkan untuk kepentingan masyarakat bersama.

"Kita semua melakukan hal itu tidak memandang suku, agama. Yang kita lakukan adalah untuk keindahan, untuk kedamaian dan untuk keadilan," tegas Chui Mie.

Sebagai contoh, saat perayaan hari besar seperti Imlek dan Cap Go Meh, maka seluruh kota Singkawang akan dihias dengan ornamen khas Imlek dan Cap Go Meh. Pun demikian saat bulan Ramadan dan Idul Fitri atau saat perayaan Natal Tahun Baru, hiasan bertema serupa akan dipasang di seluruh Singkawang.

"Contoh kalau kita Imlek dan Cap Go Meh, kita hias kota dan melakukan festival, kegiatan. Sama juga saat nanti memasuki bulan suci Ramadan dan Idul Fitri, kita juga menghias kota. Kita juga membuat pasar Ramadan sehingga memudahkan yang buka puasa," imbuh politisi PDIP ini.

Dengan adanya pasar itu, Chui Mie berharap semua masyarakat Muslim dan non muslim, dimanapun dia berada, bisa berkunjung ke kota Singkawang untuk melaksanakan kegiatan buka puasa bersama. Hal yang sama juga berlaku saat Natal.

"Saat Natal, kita juga ada Singkawang Christmas Day. Inilah resep-resep kita, bagaimana kita melibatkan kegiatan yang ada di kota Singkawang, baik politik-sosial-ekonomi ada bersama-sama," kata dia.

"Dengan begitu, tentunya tidak ada lagi yang mengatakan tidak dilibatkan atau membeda-bedakan. Harapan kita, dengan dihiasnya kota ini, orang-orang bisa berkunjung ke kota Singkawang. Ini juga salah satu cara kita meningkatkan ekonomi warga," tutupnya.



Simak Video "Tidak Ada Gereja Di Kota Baja"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA