Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 15 Feb 2022 14:12 WIB

TRAVEL NEWS

Ritual Maut di Pantai Payangan Jember, BMKG Ingatkan Soal RIP Current

Sebanyak 10 orang tewas akibat terseret ombak di Pantai Payangan, Jember. Diketahui mereka terseret ombak saat melakukan ritual di pantai tersebut.
Pantai payangan Jember dan fenomena RIP current. (Yakub Mulyono/detikcom)
Jember -

Sebanyak 23 orang tergulung ombak saat melakukan ritual di Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu. Peristiwa itu mengakibatkan 11 orang tewas.

Sosialisasi tentang mitigasi bahaya RIP Current atau arus balik penting untuk mencegah kejadian berulang tenggelamnya 11 orang pelaku kegiatan ritual di Pantai Payangan Kabupaten Jember, Jawa Timur.

"Musibah Pantai Payangan Jember memberi pelajaran penting bagi kita semua akan pentingnya mitigasi bencana RIP current," kata Koordinator Mitigasi Gempa bumi dan tsunami BMKG Daryono.

Menurut Daryono rentetan musibah ini sepatutnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan masyarakat. Sebabnya, hampir setiap tahun selalu saja terjadi kasus serupa. Entah sudah berapa banyak warga masyarakat dan wisatawan menjadi korban keganasan arus laut Pantai Selatan.

"Sebagian masyarakat pesisir selatan Jawa menyebut arus laut yang sering menyeret korban ke tengah laut ini sebagai 'alun serot'. Dalam hal ini kata 'alun' artinya ombak dan 'serot' adalah sedot, maksudnya ombak (sesungguhnya arus) yang bisa menyedot (orang)," kata Daryono dalam keterangannya.

"Secara fisik RIP current terbentuk jika gelombang laut datang dan menghempas garis pantai yang berbentuk teluk atau cekungan. Adanya banyak pantulan muka gelombang yang mengenai busur teluk akan memunculkan sejumlah arus susur pantai yang bertemu dan memusat di tengah-tengah busur teluk," ujarnya.

Arus susur yang saling bertemu di pusat busur teluk ini selanjutnya bergabung menimbulkan sebuah arus balik menuju ke tengah laut yang mengumpul pada suatu jalur arus yang sempit hingga melewati batas zona gelombang pecah.

Arus ini bergerak dalam energi sangat kuat dengan kecepatan tinggi atau dikenal dengan RIP current dan singkat, maka orang yang terjebak dan terseret arus sangat sulit untuk melepaskan diri hingga seolah terseret ke tengah laut. Inilah sebabnya mengapa arus ini banyak memakan korban jiwa.

Daryono menjelaskan morfologi Pantai Payangan Jember berbentuk teluk maka diduga kuat musibah yang terjadi sangat mungkin diakibatkan arus RIP current.

Jika dicocokkan dengan waktu kejadian bersamaan dengan waktu pasang dan berdasarkan informasi dari BMKG tinggi gelombang saat kejadian mencapai sekitar 2-2,5 meter.

RIP Current dan Mitos Nyai Roro Kidul

Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai karakteristik dan bahaya arus laut di pantai menjadi faktor utama terus berulangnya korban jiwa terseret arus laut. Di Jawa berkembangnya mitos dan cerita rakyat Nyai Roro Kidul bahwa Laut Selatan sering meminta korban.

Ia mengatakan hal ini sesungguhnya hanyalah bentuk ketidakmampuan masyarakat dalam menjawab fenomena alam pantai yang mematikan dan sering terjadi secara berulang.

"Sebenarnya masyarakat dapat terhindar dari bahaya arus laut ini asalkan mau memahami karakteristik dan mekanisme terbentuknya arus berbahaya ini, karena fenomena derasnya arus pantai merupakan gejala alam biasa dan dapat dijelaskan secara ilmiah," katanya.

Musibah Pantai Payangan Jember, menurut Daryono, menjadi pelajaran penting untuk melakukan mitigasi bencana rip current. Dia mengatakan lokasi-lokasi pantai yang rawan rip current dapat dikenali.

Setelah mengenali dan menetapkan lokasi rawan, selanjutnya petugas penyelamat pantai segera menempatkan bendera peringatan larangan mandi di laut disertai pengawasan ketat dan tindakan pencegahan mandi di zona berbahaya.

Selain itu, upaya mitigasi rip current harus diperkuat dengan pengetahuan mengenai bahaya arus. Sosialisasi dapat dilakukan Tim SAR, petugas penyelamat pantai, pengelola wisata, pedagang, dan masyarakat setempat.

"Dengan memahami karakteristik dan bahaya rip current, mereka semua diharapkan ikut berperan aktif dalam upaya mitigasi bencana arus laut ini," kata dia.

Daryono mengatakan fasilitas penyelamatan di pantai perlu ditingkatkan dan pelatihan teknik khusus penyelamatan korban RIP current bagi para petugas penyelamat pantai dan Tim SAR.

Perlu adanya sosialisasi singkat bahaya arus RIP current kepada setiap rombongan masyarakat atau wisatawan yang baru datang dan akan 'mandi' di pantai.

"Terobosan sosialisasi ini tampaknya akan sangat efektif jika dilakukan mengingat kebanyakan para korban arus ini adalah para wisatawan dari luar daerah yang sangat awam mengenai kondisi pantai setempat," tuturnya.

Simak juga 'Bibit Siklon Tropis 95s di Samudra Hindia Selatan Jawa Barat Pengaruhi Cuaca':

[Gambas:Video 20detik]



(ddn/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA