Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 20 Feb 2022 11:59 WIB

TRAVEL NEWS

Jelang MotoGP Mandalika, Pemerintah Tambah 98 Hunian di Gili Trameno

Putu Intan
detikTravel
Sarhunta di Gili Trameno
Foto: dok. Kemenparekraf
Lombok Utara -

Kemenparekraf dan KemenPUPR menyiapkan 98 sarana hunian pariwisata (sarhunta) untuk wisatawan yang menonton MotoGP 2020 Mandalika. Lokasinya di Gili Trameno.

Sarhunta ini terdiri dari 19 unit di Gili Trawangan, 42 unit di Gili Meno, dan 38 unit di Gili Air. Dengan kisaran harga antara Rp200.000 - Rp350.000/malam, sudah termasuk sarapan.

"Hari ini dapat kami nyatakan setelah melakukan kunjungan di Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air, 98 Sarhunta yang dibangun pemerintah, antara Kemenparekraf dan KemenPUPR di wilayah ini telah siap untuk dioperasikan," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, usai meninjau ketiga Gili tersebut, Sabtu (19/2/2022).

Menparekraf pun berharap Sarhunta ini dapat menjadi sinyal kebangkitan ekonomi dan juga kepulihan pariwisata, serta mampu meningkatkan peluang usaha, lapangan kerja, penghasilan masyarakat, dan kesejahteraan warga Gili Tramena.

Sarhunta di Gili TramenoMenparekraf Sandiaga meninjau sarhunta di Gili Trameno. Foto: dok. Kemenparekraf

Dikatakan, Menparekraf Sandiaga, untuk meningkatkan keterisian 98 Sarhunta di Gili Tramena, pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah daerah NTB dalam merancang suatu paket perjalanan yang sudah mencakup penginapan, konsumsi, dan transportasi (shuttle kapal dan bus), serta tiket menonton MotoGP, dengan harga Rp1,5 juta.

"Kami memberikan alternatif hunian di Gili Tramena lengkap dengan breakfast, shuttel service baik laut dan darat, hingga sampai ke Mandalika dengan kisaran antara Rp1,5 juta," katanya.

Dalam kesempatan itu, Menparekraf Sandiaga berpesan kepada para pengelola homestay dan seluruh pihak untuk dapat menjaga dan memberi contoh yang baik dalam mengelola sampah. Karena pariwisata era baru memperhatikan lingkungan, menjaga kelestarian, mengurangi sampah, mendaur ulang sampah, dan memastikan pengurangan sampah plastik.

"Ini tentunya menjadi PR (pekerjaan rumah) kita apalagi sekarang isu climate change sangat mengemuka, dan saya tadi menawarkan untuk terumbu karang dan mangrove juga dikembangkan di sini," ujarnya.



Simak Video "Ekraf Indonesia Diproyeksikan Bisa Salip Korsel 5 Tahun Mendatang"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA