Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 18 Mar 2022 09:12 WIB

TRAVEL NEWS

Tiket MotoGP Ludes, Ini Alasan Tidak Bisa Ditambah Lagi

Menparekraf Sandiaga Uno usai melihat langsung progres pembangunan sirkuit Mandalika sambil olahraga lari, Jumat (5/11/2021).
Tiket MotoGP Mandalika habis dan tidak bisa ditambah. (Kemenparekraf)
Lombok Tengah -

Tiket MotoGP Mandalika, Pertamina Grand Prix of Indonesia, sudah sold out untuk balapan hari terakhir. Penyelenggara mengaku tidak bisa lagi menerbitkan tiket baru meski banyak desakan masyarakat agar tiket dibuka lagi. Apa alasannya?

"Nggak boleh lebih menambah terutama hari terakhir. (Tiket) 63.000 sudah sold out, kalau menambah nanti kami melawan, melebihi jatah yang diberikan kepada kami," ujar Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansoer di Media Center Indonesia, Pertamina Mandalika International Street Circuit di Media Center Indonesia, Kamis (17/3/2022).

Hal itu menanggapi pertanyaan wartawan soal apakah mungkin pihaknya menerbitkan lagi ribuan tiket MotoGP baru untuk warga Lombok. Abdulbar menambahkan pihaknya sudah memberikan cukup banyak tiket dan diskon untuk warga dan pemuka masyarakat.

"Kita harus sadar bahwa ini masih pandemi dan ini harus maksimal. Tahun depan Isyaallah bisa 100.000. Untuk hari terakhir udah over demand," ujarnya.

Ditemui di tempat yang sama Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandi Satria mengatakan kesiapan Indonesia menggelar balapan MotoGP.

"Kami setiap hari mengecek dari mulai bandara dan berbagai fasilitas pendukung. MotoGP bukan hanya dari balapnya saja, tapi juga menjual Indonesia di dunia internasional. Balapan MotoGP disaksikan oleh 400 juta orang lebih dari 200 negara," ujarnya.

Perputaran Uang Rp 500 Miliar

Apalagi menurut Abdulbar, dari sisi ekonomi, perhelatan MotoGP bisa menghasilkan perputaran uang senilai Rp 500 miliar.

"Tiga tujuan kami dengan adanya MotoGP ini adalah country branding, pariwisata, dan multiplier effect yang angkanya kita proyeksikan mencapai Rp 500 miliar," ujarnya.

Perputaran uang itu diperoleh bukan hanya dari penjualan tiket, tapi juga dari penjualan merchandise, okupansi hotel atau penginapan sampai makanan. "Jadi kami berharap angka ini bisa tercapai. Untuk hotel juga ada efeknya karena sepanjang tahun okupansi biasanya hanya 20 persen," ujarnya sambil menjelaskan kalau hotel di sekitar sirkuit sudah penuh.

Direktur Event dan Internasional Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Dessy Ruhati menambahkan pemerintah menargetkan multiplier effect dari ajang MotoGP 2022 sebesar Rp 500 miliar dengan menciptakan sebanyak 35 ribu hingga 50 ribu lapangan kerja baru.

"Dampak event MotoGP bagi masyarakat dapat terlihat dari peningkatan kualitas produk UMKM serta jasa kepariwisataan sesuai standar internasional," ujarnya.



Simak Video "Tes Pramusim MotoGP 2023 Tak Singgah ke Mandalika, Apa Sebabnya?"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA