Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 19 Mar 2022 13:13 WIB

TRAVEL NEWS

MotoGP Mandalika Pakai Teknologi Modifikasi Cuaca, Ujung-ujungnya Panggil Pawang Juga

Tim detikcom
detikTravel
A woman conducts a traditional ritual for good weather during a practice session for the Indonesian Grand Prix MotoGP at the Mandalika International Circuit at Kuta Mandalika in Central Lombok on March 18, 2022. (Photo by SONNY TUMBELAKA / AFP)
Foto: AFP/SONNY TUMBELAKA
Jakarta -

Berbagai cara ditempuh untuk mengantisipasi hujan di MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia. Mulai dari teknologi hingga andalkan pawang hujan.

Menparekraf Sandiaga Uno sempat menyinggung penggunaan teknologi untuk mencegah hujan mengguyur Sirkuit Pertamina Mandalika. Ia menyampaikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan membantu hal tersebut.

"Berkaca kepada event WSBK tahun lalu, untuk mengantisipasi agar cuaca bisa kondusif kami telah menyiapkan beberapa alternatif termasuk Teknologi Modifikasi Cuaca dengan melibatkan BRIN, BMKG dan TNI AU. Agar ajang balap internasional @motogp di Mandalika ini bisa berjalan dengan lancar," kata Sandiaga melalui postingan Instagramnya, Kamis (17/3/2022).

Sementara itu, Koordinator Laboratorium Pengelolaan TMC-BRIN, Budi Harsoyo mengatakan akan menyemai awan konvektif di sekitar wilayah Sirkuit Pertamina Mandalika.

"Kami akan segera persiapkan eksekusi penyemaian awan untuk menghujankan awan (konvektif) itu, jauh-jauh sebelum sampai ke Mandalika," ujar Budi kepada CNNIndonesia.com lewat sambungan telepon.

Awan konvektif yang diprediksi bakal mengguyur hujan di Sirkuit Pertamina Mandalika itu, kata Budi bakal disemai menggunakan garam di sekitar wilayah timur dan tenggara Mandalika.

Dengan demikian ia berharap hujan itu tak akan mengguyur wilayah Sirkuit Pertamina Mandalika pada saat balapan MotoGP Mandalika berlangsung.

Budi menyebut BRIN bekerja sama dengan TNI Angkatan Udara (AU) untuk menyemai awan dengan garam. TNI AU mengerahkan satu unit pesawat Casa 212-200 dari Skadron IV Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Proses rekayasa cuaca dilakukan sampai 20 Maret. Setiap harinya akan melakukan 2 sampai 3 kali penerbangan, dengan membawa 800 kilogram garam. Menurutnya upaya ini diharapkan menekan curah hujan berlebih di lokasi sirkuit.

"Siklus cuaca memang harian, bahkan jam-jaman. Jadi dampak modifikasi cuaca memang untuk skala harian atau jam-jaman juga, tidak sampai mingguan atau bahkan bulanan. Cuaca beda dengan iklim ya," kata dia.

Namun rupanya teknologi modifikasi cuaca saja belum cukup. Pawang hujan juga diterjunkan.

Pawang hujan bernama Rara Isti Wulandari itu melakukan ritual pada Jumat (18/3). Rara yang sebelumnya pernah menjadi pawang di Opening Asian Games 2018 itu mengaku diajak berkolaborasi dengan otoritas sirkuit.

Rara mengatakan, ini adalah bentuk kerjasama terbaru yang diterimanya yakni modifikasi cuaca saat MotoGP Mandalika berlangsung.



Simak Video "Bebas Jalan-jalan di Lintasan, Siapa yang Kasih Izin Pawang Hujan MotoGP?"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA