Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 27 Mar 2022 20:20 WIB

TRAVEL NEWS

China Tak Punya Rencana Akhiri Pandemi COVID-19, Rakyat Lelah dan Marah

A man holding his bicycle with a school bag on it gets a throat swab during a mass COVID-19 test at a residential compound in Wuhan in central Chinas Hubei province, Tuesday, Feb. 22, 2022. Wuhan, the first major outbreak of the coronavirus pandemic has reported more than dozen new coronavirus cases this week, prompting the authority to step up precautious measures. (Chinatopix via AP)
Foto: Ilustrasi China (Chinatopix via AP)
Beijing -

Selama dua tahun pandemi COVID-19 terjadi, pemerintah China dinilai tidak punya rencana bagaimana mengakhiri pandemi. Rakyat mereka pun lelah dan marah.

Sebuah video yang beredar secara online memperlihatkan beberapa orang warga Shenzhen yang melakukan aksi unjuk rasa yang ditujukan kepada pemerintah China. Mereka memprotes kebijakan lockdown yang dilakukan pemerintah China yang ternyata lebih panjang daripada jadwal.

"Kalian tidak bisa melakukan ini. Kami butuh makan dan membayar sewa rumah!" teriak salah seorang pendemo, seperti dikutip dari CNN, Minggu (27/3/2022).

"Buka! Kami minta lockdown dibuka!" teriak pengunjuk rasa lainnya.

Di kesempatan laun, warga Guangzhou juga terlihat dalam potongan video sedang berusaha untuk melarikan diri dari kebijakan lockdown yang dilakukan oleh pemerintah setempat.

Meski sudah memberlakukan kebijakan lockdown, tetapi jumlah kasus positif di China terbukti tidak turun secara drastis. Kasus positif baru tetap bermunculan. Gelombang demi gelombang penularan terus terjadi.

Bulan ini, kasus positif COVID-19 di China mencapai lebih dari 56.000 kasus di 28 provinsi. 95% dari kasus tersebut adalah tidak bergejala.

Di saat negara dunia lainnya ramai-ramai membuka pintu gerbang mereka dan siap untuk hidup berdampinan dengan COVID-19, China masih memberlakukan kebijakan Zero Covid alias tidak boleh ada kasus positif satu pun di wilayah tersebut.

Di media sosial Weibo, rakyat China mulai mempertanyakan apakah pemerintah China berniat untuk menyudahi pandemi COVID-19 seperti negara lainnya atau tidak?

Sementara itu, para pakar kesehatan di Negara Tirai Bambu bersikukuh bahwa stratei lockdown adalah strategi terbaik untuk melindungi golongan masyarakat yang rentan tertular COVID-19.

Sementara bagi kalangan yang kontra, strategi itu dinilai sangat ambisius. Epidemiologis China, Liang Wannian tetap berpendapat bahwa China harus tetap teguh pada rencana mereka.

"Di bawah situasi seperti ini, saya yakin kita akan terus mengevaluasi situasi epidemi di China dan mengambil langkah-langkah adaptif untuk melawan virus itu," pungkas Wannian.



Simak Video "Penduduk Shanghai Kembali Beraktivitas Usai Lockdown Dicabut"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA