Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 28 Apr 2022 16:41 WIB

TRAVEL NEWS

Metuunan, Cara Orang Bali Berkomunikasi dengan Roh Leluhur

Jero Balian Kadek Somanadi yang karib di sapa Jero Cekmo
Jero Balian Kadek Somanadi, salah satu balian atau tabib Bali (Made Wijaya Kusuma/detikcom)
Denpasar -

Masyarakat Bali memiliki upacara metuunan atau nunas raos. Cara masyarakat Bali melakukan komunikasi dengan roh leluhur atau keluarganya yang sudah meninggal dunia melalui perantara balian.

"Upacara metuunan dilakukan oleh masyarakat Bali untuk meminta atau memohon petunjuk kepada leluhur atau roh mendiang keluarga," ujar Jero Balian Kadek Somanadi, salah satu balian atau tabib di Bali, saat ditemui di kediamannya oleh detikcom, di Desa Sinabun Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali, beberapa waktu lalu.

Kata perempuan yang akrab disapa Jero Cekmo itu, upacara metuunan biasanya dilakukan oleh masyarakat Hindu di Bali ketika sebelum dan sesudah upacara kematian (pengabenan) dari keluarga mereka, adanya musibah dalam keluarga.

Selain itu, ada yang bertujuan juga untuk mencari kawitan, dan yang paling unik ada juga yang meminta petunjuk kepada leluhurnya soal waris.

"Beda-beda tujuannya, enggak cuma satu ada yang karena mengalami kesakitan, ada juga yang ingin menjual warisan, boleh atau tidak. Tapi intinya cuma satu yaitu keturunannya ini supaya tidak mengalami kesakitan dengan memohon petunjuk pada leluhur apa yang patutnya dijalankan," kata dia.

Masyarakat Hindu di Bali biasanya juga melakukan upacara metuunan sesudah ataupun sebelum pengabenan. Itu untuk mengetahui sarana banten apa saja yang diperlukan saat upacara ngaben dilangsungkan. Sarana banten itu berupa peras pejati dan penek punjung.

Baca Juga: Metuunan di Bali, Berkomunikasi dengan Leluhur yang Sudah Meninggal

***

Artikel ini juga tayang di detikBali, klik di sini.



Simak Video "Gilimanuk, Akulturasi Budaya di Pintu Gerbang Barat Pulau Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA