Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 29 Apr 2022 18:22 WIB

TRAVEL NEWS

Alasan di Balik China Lockdown Beijing-Shanghai

Antisipasi Lockdown seperti Shanghai, Cina Perluas Tes Massal COVID-19 di Beijing
Beijing lockdown (Foto: DW)
Beijing -

China telah me-lockdown dua kota terbesarnya, Beijing dan Shanghai. Inilah upaya tanpa kompromi untuk membasmi Covid-19.

Shanghai adalah pusat wabah terbaru dengan lebih dari 10.000 kasus baru setiap hari. Pihak berwenang telah membatasi hampir 25 juta penduduk pusat keuangan.

Sementara itu, pejabat Beijing telah meluncurkan latihan pengujian massal, menutup sekolah dan memberlakukan penguncian yang ditargetkan pada beberapa bangunan tempat tinggal. Tindakan itu memicu kekhawatiran lockdown meluas seperti di Shanghai.

Sepanjang pandemi, China telah berpegang pada strategi nol-Covid dengan cara lockdown, pengujian massal, karantina, dan penutupan perbatasan. Tetapi varian Omicron yang sangat menular membuat strategi itu dipertanyakan.

Pihak berwenang sekarang memberlakukan penguncian penuh atau sebagian di setidaknya 27 kota di seluruh negeri. Dan pembatasan ini mempengaruhi hingga 165 juta orang, menurut perhitungan CNN, dilansir Jumat (29/4/2022).

Seperti apa kehidupan di bawah lockdown? Sebagian besar penguncian Shanghai telah ditandai dengan kekacauan, memicu kota-kota lain khawatir mereka akan menjadi yang berikutnya.

Banyak penduduk mengeluh kekurangan makanan, kurangnya akses medis, kondisi buruk di kamp-kamp karantina darurat dan tindakan berat seperti pihak berwenang memisahkan anak-anak yang terinfeksi dari orang tua mereka.

Pada bulan Maret, seorang perawat yang tidak bertugas di Shanghai meninggal setelah ditolak dari bangsal darurat di rumah sakitnya sendiri yang ditutup untuk disinfeksi.

Pada awal April, seorang petugas kesehatan memukuli seekor corgi peliharaan sampai mati setelah pemiliknya dinyatakan positif Covid, pembunuhan itu terekam kamera.

Pekan lalu, pihak berwajib dilaporkan mendobrak pintu rumah seorang wanita berusia 92 tahun pada dini hari untuk memaksanya karantina. Masih banyak kisah serupa dan viral di media sosial China hingga memicu kecaman netizen yang terbilang langka.

Selanjutnya, alasan China berpegang teguh pada nol-covid >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "WHO Bicara soal Strategi 'Zero-Covid' China yang Tak Efektif"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA