Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 13 Mei 2022 18:09 WIB

TRAVEL NEWS

Jepang Segera Longgarkan Perbatasan, Traveler Masuk Tak Perlu PCR

Putu Intan
detikTravel
Bandara Haneda mendapat predikat bintang 5 soal protokol kesehatan jelang Olimpiade Tokyo 2020. Seperti apa penerapan protokol kesehatan di bandara ini?
Foto: Getty Images
Jakarta -

Jepang berencana melonggarkan syarat masuk negaranya. Kuota traveler yang boleh masuk akan ditambah dan tak perlu tes PCR.

Pada awal Maret, Jepang membatasi orang asing masuk negaranya sebanyak 5.000 orang per hari. Namun berdasarkan laporan NHK, pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan untuk menaikkan batas masuk menjadi 20.000 orang per hari mulai Juni.

Pemerintah Jepang akan membuat keputusan tergantung analisis dari kasus-kasus infeksi COVID-19 yang terjadi pada periode liburan Golden Week yang berlangsung bulan lalu. Hal itu juga sudah disampaikan Perdana Menteri Fumio Kishida bersamaan dengan harapan bahwa negara-negara G7 dapat masuk Jepang dengan lebih mudah.

Akan tetapi tambahan 10.000 orang per hari yang datang melalui imigrasi bandara Jepang diperkirakan bakal membebani fasilitas protokol pandemi mereka. Ini karena setiap orang yang masuk ke Jepang harus menjalani tes PCR sebelum beraktivitas di tengah masyarakat umum.

Namun dengan peningkatan menjadi 20.000 pendatang per hari, aturan PCR pada saat kedatangan ini akan digabungkan dengan PCR saat keberangkatan dari negara asal. Jika hasil tes PCR di negara asal sudah negatif, mereka tak perlu lagi dites ketika masuk Jepang.

Hingga saat ini belum diketahui, tambahan jumlah orang yang boleh masuk Jepang ini untuk pelancong bisnis, akademis, atau turis. Tapi, dengan adanya wacana tersebut menandakan bahwa Jepang sudah bersiap membuka diri dan segera memulihkan pariwisatanya.



Simak Video "Jepang Ciptakan Robot Humanoid Anak untuk Pelatihan Dokter Gigi"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA