Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 19 Mei 2022 12:08 WIB

TRAVEL NEWS

China Masih Perang Lawan COVID, Turis Indonesia Dilarang ke Sana?

SHANGHAI, CHINA - MAY 17: Passengers in protective suits wait for their trains at Hongqiao Railway Station on May 17, 2022 in Shanghai, China. Shanghai has basically cut off community transmission of COVID-19 in 16 districts and launched a three-phase plan to restore production and life to normal. (Photo by Yin Liqin/China News Service via Getty Images)
Di China warga masih ada yang berjalan menggunakan APD (Foto: China News Service via Getty Ima/China News Service)
Jakarta -

China terus berperang melawan virus COVID-19. Negara ini menerapkan kebijakan Zero COVID untuk mencegah penularan lebih banyak, sampai menerapkan lockdown ketat. Bagaimana turis Indonesia, apa sebaiknya dilarang ke China?

Ditanya mengenai hal ini, Menparekraf Sandiaga Uno tidak menjawab secara gamblang, dia hanya menyebutkan beberapa aturan di China terkait kebijakan Zero Covid.

China menurut Sandiaga dalam pernyataan tertulisnya tengah memberlakukan pembatasan perjalanan ke luar negeri seiring dengan penerapan kebijakan Zero-Covid.

Pemerintah China melarang warga pergi ke luar negeri untuk kepentingan nonesensial. Imigrasi Nasional China akan memperketat proses peninjauan penerbitan dokumen perjalanan seperti paspor, serta membatasi jumlah warga yang akan pergi ke luar negeri. Perjalanan hanya diizinkan untuk tujuan esensial, seperti bekerja, studi, bisnis dan penelitian ilmiah, serta mencari perawatan medis.

"Deputy Director of the Foreign Ministry Information Department of China, Zhao Lijian, menekankan bahwa pemerintah China telah merumuskan dan menerapkan kebijakan dinamis zero-COVID berdasarkan realitas nasional China dan telah menyesuaikan protokol pencegahan dan pengendalian berdasarkan kondisi yang berubah," ujar Sandiaga Uno

Tujuannya, lanjut Sandiaga adalah untuk melindungi kehidupan dan kesehatan masyarakat semaksimal mungkin dan mendukung pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan, sehat dan stabil.

Sementara itu kota besar di China seperti Shanghai dilaporkan akan mengakhiri lockdown mulai 1 Juni 2022. Itu setelah kasus Covid-19 mereda.

Dikutip dari Reuters, Senin (16/5/2022), data itu merujuk kepada 15 dari 16 distrik di wilayah Shanghai tidak menunjukkan kasus Covid-19 di luar area karantina.

Wakil Wali Kota Shanghai Zong Ming menyebutkan berakhirnya lockdown itu membuat 25 juta masyarakat Shanghai dapat kembali beraktivitas normal. Dia menilai masyarakat amat frustrasi akibat penutupan akses selama lebih dari enam pekan. Sudah begitu, selama lockdown terakhir tersebut tidak ada kepastian terkait lama waktu penutupan akses (lockdown) itu dilakukan.

Epidemi di kota tersebut diklaim terkendali. Namun, pejabat setempat akan tetap berupaya mencegah infeksi hingga 21 Mei dengan ketat. Jika Covid kembali mewabah, artinya pembatasan akan tetap diberlakukan



Simak Video "Ijtima Ulama di Jogja Dukung Sandiaga Jadi Capres 2024"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA