Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 24 Jun 2022 05:02 WIB

TRAVEL NEWS

Terancam Tenggelam, Maldives Bangun Kota Terapung

Yasmin Nurfadila
detikTravel
Masterplan dari proyek Kota Terapung Maldives.
Kota terapung Maldives. Foto: Dok. Waterstudio.NL

Selain Maldives, rencana pembangunan kota terapung juga telah diluncurkan di beberapa negara. Seperti Kota Oceanix di Busan, Korea Selatan, dan rangkaian kepulauan terapung di Laut Baltik. Namun, tidak ada yang menyaingi proyek Maldives dalam kategori kecepatan dan skala pembangunan.

Kota dari Waterstudio ini didesain untuk menarik masyarakat lokal dengan rumahnya yang berwarna-warni. Serta dilengkapi juga dengan balkon yang luas dan pemandangan laut. Penghuni kota dirancang untuk bepergian menggunakan perahu. Bisa juga berjalan, bersepeda, atau mengendarai skuter elektrik di sepanjang jalan berpasir.

Kota ini menawarkan ruang yang sulit didapat di wilayah ibu kota Maldives. Male merupakan salah satu kota dengan penduduk terpadat di dunia. Selain itu, kota terapung juga ditawarkan dengan harga yang kompetitif. Mulai dari USD 150.000-250.000 untuk rumah keluarga.

Unit modular dibangun di sebuah kapal lokal. Kemudian ditarik ke kota terapung. Setelah berada pada posisinya, unit dilekatkan pada lambung beton bawah air yang disekrup ke sebuah tiang baja teleskopik di dasar laut.

Prosedur ini memungkinkan bangunan untuk bergerak dengan halus saat terkena ombak. Kemudian terumbu karang yang mengelilingi kota menjadi pemecah gelombang alami. Untuk menstabilkan gelombang. Sehingga penghuni kota tidak mabuk laut.

Olthuis mengungkapkan bahwa potensi dampak lingkungan dari struktur ini telah dinilai oleh para ahli karang lokal. Serta telah disetujui oleh pemerintah sebelum konstruksi dimulai.

Untuk mendukung kehidupan laut, bank karang buatan juga dibuat dan dihubungkan ke bagian bawah kota terapung. Sehingga dapat merangsang pertumbuhan karang secara alami.

Itu bertujuan untuk menjadikannya kota mandiri dan memiliki fungsi yang sama seperti kota pada umumnya. Kota terapung Maldives akan dilengkapi oleh listrik yang sebagian besar berasal dari tenaga surya. Kemudian limbah akan diolah secara lokal dan digunakan kembali menjadi pupuk tanaman. Untuk pendingin ruangan, akan digunakan pendingin laut dalam.

Olthuis berharap bahwa arsitektur jenis ini dapat berkembang ke level yang lebih tinggi. Tidak lagi dipandang sebagai 'arsitektur aneh' yang hanya ditemukan di kawasan-kawasan mewah. Namun dapat menjadi jawaban permasalahan iklim dan urbanisasi.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Mendayung Kayak di antara Hutan Mangrove Pahawang Lampung Yang Cantik "
[Gambas:Video 20detik]

(ysn/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA