Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 27 Jun 2022 07:12 WIB

TRAVEL NEWS

Perhatian! Jumlah Wisatawan ke TN Komodo Akan Segera Dibatasi

Femi Diah
detikTravel
komodo
Foto: Getty Images/iStockphoto/guenterguni
Jakarta -

Pengelola Taman Nasional Komodo berencana membatasi jumlah wisatawan. Disebut sebagai upaya ideal untuk menjaga kelestarian komodo dan kawasan itu.

Data menunjukkan tren kunjungan wisatawan ke Taman Nasional (TN) Komodo meningkat signifikan selama 10 tahun terakhir, hingga 2019. Kemudian, pandemi membuat jumlah wisatawan pada 2020 - 2021 terjun bebas.

Pada 2014, jumlah wisatawan sekitar 100 ribu wisatawan. Di tahun 2019 menjadi dua kali lipatnya mencapai 200 ribu orang. Adapun di masa pandemi dengan pembatasan menjadi kurang dari 50 ribu.

Berdasarkan kajian yang dibuat oleh Tim Ahli Kajian Daya Dukung Daya Tampung Berbasis Jasa Ekosistem di Pulau Komodo, Pulau Padar, dan Kawasan Perairan di sekitarnya, diprediksi jumlah kunjungan wisatawan ke TN Komodo akan kembali melonjak setelah pembatasan dicabut.

Angkanya diprediksi mencapai hampir 300 ribu orang pada 2030 dan 480 ribu pada 2045. Padahal, jumlah pengunjung ideal di TN Komodo sebanyak 219 ribu per tahun atau maksimalnya 292 ribu per tahun.

Jumlah turis yang berlebihan di TN Komodo dinilai dapat mempengaruhi kenyamanan komodo atau Varanus komodoensis.

"Hasil kajian kami merekomendasikan adanya batasan kunjungan wisatawan Taman Nasional Komodo. Lewat skenario pembatasan yang disiapkan, jumlah pengunjung pada 2045 bisa ditekan tak sampai 280 ribu orang per tahun, meski pada 2030 proyeksinya sudah hampir 270 ribu per tahun," kata Irman Firmansyah, Tim Ahli Kajian Daya Dukung Daya Tampung Berbasis Jasa Ekosistem di Pulau Komodo, Pulau Padar, dan Kawasan Perairan.

Irman menyebut pembatasan jumlah wisatawan itu diyakini dapat menekan hilangnya nilai jasa ekosistem dan nilai manfaat sosial ekonomi. Di antaranya meliputi, tempat tinggal dan ruang hidup, estetika, rekreasi dan ecotourism, biodiversitas, sumber daya genetik, pengaturan iklim, produksi primer, dan air bersih.

Pembatasan jumlah wisatawan itu dilakukan dengan penerapan kebijakan baru TN Komodo. Di antaranya, membatasi jumlah kapal yang menginap di tengah laut, reservasi kunjungan secara online, dan hanya kapal berizin yang bisa mendekati TN Komodo.

Selain itu, TN Komodo akan menata kawasan permukiman sebagai destinasi wisata tambahan, bekerja sama dengan destinasi wisata lainnya untuk meningkatkan length of stay wisatawan, dan menentukan nilai kunjungan berbasis biaya konservasi dari setiap adanya kunjungan berkisar antara Rp 2,9 juta hingga Rp 5,8 juta.

"Saat ini, kami sedang mengupayakan untuk bisa menerapkan sistem yang terintegrasi. Semoga semuanya bisa diterapkan mulai Agustus 2022," kata Koordinator Pelaksana Program Penguatan Fungsi di Taman Nasional Komodo, Carolina Noge.



Simak Video "Pelaku Pariwisata Labuan Baju Mogok Imbas Tarif Rp 3,75 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA