Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 27 Jun 2022 18:14 WIB

TRAVEL NEWS

Hati-hati, Air di Hotel yang Lama Kosong Berpotensi Ada Bakteri Mematikan

Femi Diah
detikTravel
Ilustrasi keran air di hotel
Foto: Getty Images/iStockphoto/Boyloso
Jakarta -

Yayasan Sanitasi Nasional di Amerika Serikat (AS) mengimbau traveler untuk lebih hati-hati saat menginap di hotel yang kurang laku atau sama sekali kosong selama pandemi. Traveler dilarang menggunakan air keran untuk minum.

Air keran di hotel-hotel di sejumlah negara biasanya bisa langsung diminum. Di antaranya hotel di AS, Inggris, Siwss, Maroko, dan Singapura.

Tetapi, pandemi membuat sejumlah hotel tidak diinapi oleh traveler. Hotel itu kehilangan tamu karena memang dilarang untuk beroperasi ataupun karena minimnya wisatawan yang datang. Bukan hanya satu atau dua hari, tetapi pandemi Covid-19 bikin hotel kehilangan pelanggan hingga satu sampai dua tahun.

Satu masalah diwaspadai oleh Yayasan Sanitasi Nasional (NSF), lembaga yang biasa melakukan tes, inspeksi, dan sertifikasi produk yang berbasis di AS. Yakni, bakteri yang tumbuh di pipa dan keran air di kamar-kamar hotel itu.

Jerome Logie, dari Divisi Air di NSF, mengingatkan bahwa air dan pipa air menjadi risiko bagi wisatawan saat pandemi ini. Masalah itu mungkin tidak ada saat sebelum pandemi.

Dia mencatat bahwa meskipun sangat penting untuk tetap terhidrasi pada saat liburan, terutama ketika pelesiran di negara-negara dengan cuaca panas, lebih baik memilih sumber air minum yang aman.

"Setelah periode yang lama dengan tingkat perjalanan yang rendah atau nol perjalanan, hotel dan persediaan air menimbulkan risiko yang signifikan bagi traveler, sesuatu yang tidak disadari oleh banyak orang," kata Jerome seperti dikutip The Daily Stars, Senin (27/6/2022).

"Air dan hidrasi yang baik sangat penting, tetapi ada risiko nyata dari bakteri mematikan yang dapat berkembang biak di air yang tergenang, seperti di pipa hotel yang lama tidak digunakan," dia menambahkan.

Itu masih ditambah dengan penumpukan kuman dan terabaikannya standar penyaringan internasional. Makanya, Jerome mengingatkan, traveler harus melek kebersihan, terutama soal air minum, agar liburan tetap bugar dan sehat.

NSF menyebut tidak semua air di hotel berisiko. Air minum yang disediakan di restoran hotel biasanya relatif aman karena dididihkan lebih dulu sebelum disajikan.

Memang sih, larangan mengambil air minum dari air keran bikin bujet liburan bertambah, tetapi rasa nyaman sebaiknya lebih diutamakan. Kalau memang ingin tetap mengonsumsi air keran, NSF mengimbau, traveler untuk memasak air itu lebih dulu atau memasukkan tablet purifikasi. Bisa juga air itu disaring lebih dulu.



Simak Video "Ganasnya Si Jago Merah Lahap 40 Kamar Hotel di Gili Trawangan"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA