Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 01 Jul 2022 22:13 WIB

TRAVEL NEWS

Armada Pesawat Kurang, Jadi Tantangan Besar Industri Penerbangan

Ilustrasi penumpang di Bandara Ngurah Rai
Foto: Ilustrasi penumpang pesawat (dok. Bandara Ngurah Rai)
Jakarta -

Ada berbagai tantangan yang dihadapi industri penerbangan untuk mencapai pemulihan dari pandemi. Salah satunya adalah soal kekurangan armada pesawat.

Keterbatasan penyediaan pesawat menjadi salah satu tantangan dalam pemulihan industri penerbangan. Hal ini dituturkan oleh WKU Bidang Perhubungan Kadin Indonesia, Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja saat menyebutkan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh sektor penerbangan

"Ketersediaan pesawat yang terbatas saat ini sekitar 40 persen dibandingkan dengan posisi sebelum pandemi, jam operasional terbatas di beberapa bandara wilayah Indonesia, referensi airlines hanya pada rute-rute prioritas slot yang masih perlu kita optimalkan terkait restrukturalisasi hutang dan stimulus dan upaya negosiasi dengan lesor untuk skema baru pesawat" kata Denon dalam Webinar Bidang Perhubungan Kadin Indonesia, Recovery Plan Industri Penerbangan Indonesia, Kamis (30/6/2022).

Hal ini juga dituturkan oleh Direktur DKPPU (Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara) Dadun Kohar bahwa dibutuhkan peningkatan jumlah armada pesawat.

"Tantangan saat ini dan ke depan peningkatan jumlah armada pesawat dan peningkatan perawatan kapasitas pesawat MRO (Maintenance, Repair and Overhaul) dalam negeri, selain peningkaan upaya efisiensi dan optimalisasi produksi," kata Dadun.

Eddy Krismeidy sebagai Kepala hubungan dan Kebijakan Indonesia PT Air Asia Indonesia juga menyebut beberapa tantangan yang tengah dihadapi oleh industri penerbangan. mulai dari harga bahan bakar pesawat hingga kekurangan armada pesawat.

"Harga jet fuel crude oil yang saat ini sudah cukup tinggi hampir melebihi 2 kali lipat dibandingkan dengan tahun 2020, itu jadi tantangan tersendiri untuk kita bagi maskapai penerbangan untik bisa bertahan," kata Eddy.

Kedua adalah tantangan akibat adanya pemutusan kerja bagi karyawan di sektor penerbangan. Hal itu dilakukan saat pandemi tengah merebak di tahun 2020-2021.

"Tantangan dari workforce shortages, akibat adanya pemutusan lapangan kerja pada saat hibernasi kita lakukan di tahun 2020-2021 sehingga kita antisipasi bahwa pada saat kapasitas akan kembali kita akan menghadapi tantangan tersebut,"

Seperti Denon dan Dadun, Eddy pun menyebut kekurangan armada pesawat sebagai salah satu tantangan yang tengah dihadapi industri penerbangan.

"Faktor lain yang memengaruhi ketersediaan armada. Armada yang siap untuk bisa serviceable memang masih terbatas dan banyak dipengaruhi antrean MRO (Maintenance, Repair and Operation).

"Faktor lainnya pada tahap recovery sudah masuk ke tahap pra pandemi airport congestion juga jadi isu dan mungkin sekarang sudah terindikasi di bebrpa tempat dengan pilihnya traffic baik untuk traffic internasional maupun domestik," tambahnya.



Simak Video "Penerbangan Internasional Bali Dibuka-Kasus Aktif Covid-19 Tembus 100 Ribu"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA