Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 04 Jul 2022 11:49 WIB

TRAVEL NEWS

Mengenal Desa Sembungan, Desa Tertinggi di Pulau Jawa

Putu Intan
detikTravel
Desa Sembungan di Wonosobo
Desa Sembungan. Foto: dok. Kemenparekraf
Jakarta -

Desa Sembungan di Wonosobo masuk dalam 50 desa wisata terbaik di Indonesia. Ini merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa.

Desa Sembungan dijuluki desa wisata tertinggi di Jawa karena terletak di ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut (mdpl). Selama perjalanan menuju objek wisata, wisatawan disuguhkan dengan panorama alam hamparan sawah berundak-undak, berlatar bukit hijau dan dibalut dengan sejuknya udara pegunungan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno sempat menyambangi desa ini pada Minggu (3/7/2022). Desa ini berhasil masuk daftar desa terbaik pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

"Kami ingin mengucapkan selamat kepada Desa Wisata Sembungan yang masuk dalam 50 desa wisata terbaik. Ini adalah suatu kolaborasi wisata alam, budaya yang sangat fantastis," kata Sandiaga.

Eksotisme bentangan alam lainnya yang bisa dinikmati adalah Puncak Sikunir. Salah satu objek wisata desa Sembungan yang menawarkan keindahan pemandangan matahari terbit (sunrise). Bahkan disebut sunrise di Puncak Sikunir ini yang terbaik di Asia.

Desa Sembungan di WonosoboDesa Sembungan di Wonosobo. Foto: dok. Kemenparekraf

Dan untuk bisa menikmati sunrise, wisatawan dapat mengunjungi Puncak Sikunir pada musim kemarau, karena cuacanya cenderung lebih cerah dan tidak berkabut.

Menuju Puncak Sikunir, wisatawan disuguhi pemandangan alam lainnya yaitu Telaga Cebong. Diberi mama cebong karena bentuknya menyerupai bayi katak.

Telaga ini dulunya bekas kawah purba seluas 18 hektare, akan tetapi seiring waktu kawah tersebut mati atau menyempit dan tersisa sekitar 12 hektare.

Desa Wisata Sembungan ini juga memiliki daya tarik wisata alam air terjun, yaitu air terjun Sikarim. Aliran air terjun Sikarim ternyata berasal dari Telaga Kecebong.

Selain wisata alam, Desa Wisata Sembungan memiliki daya tarik budaya. Dalam kesempatan itu, Sandiaga disambut oleh tari angguk.

Tari angguk adalah tari tradisional kerakyatan yang tumbuh secara turun-temurun dalam lingkungan masyarakat. Disebut angguk karena gerakan tariannya sering menggunakan anggukan kepala.

Kemudian, ada ruwatan rambut gimbal. Ini merupakan upacara pemotongan cukur rambut pada anak-anak berambut gimbal, untuk membersihkan dari hal-hal buruk. Ritual ruwatan ini biasanya diadakan pada tanggal satu sesuai kalender Jawa suro.

Sandiaga bersama dengan Wakil Bupati Wonosobo, Albar, berkesempatan untuk mengikuti prosesi ritual ruwatan hingga benar-benar terpotong rambutnya.

Produk ekonomi kreatif Desa Sembungan juga beragam. Untuk kuliner ada makanan khas carica, terong belanda, dan purwaceng. Sementara untuk fesyen ada topi, syal rajut, batik, hingga kaos. Lalu kriya gantungan kunci, kerajinan kayu dan bambu.

Desa Sembungan di WonosoboSandiaga mengunjungi Desa Sembungan di Wonosobo. Foto: dok. Kemenparekraf

Kelengkapan amenitas Desa Sembungan cukup baik, terdapat toilet, warung makan, camping, dan juga homestay. Untuk biaya sewa homestay per kamar antara Rp250.000 sampai Rp400.000.

Legalitas Desa Wisata Sembungan telah di dukung dengan SK Bupati Wonosobo tahun 2020, SK Pokdarwis 2008, SK Kemenkumham 2016 dan SK Pokdarwis 2019, dan SK Pengelola Desa Wisata pada tahun 2020. Sehingga, kelembagaan desanya sudah benar-benar diperkuat.

Pengembangan desa wisata ini menjadi lokomotif dalam menjaga momentum kebangkitan ekonomi pasca pandemi. Hal ini dibuktikan dari big data bahwa dengan adanya desa wisata, peningkatan ekonomi masyarakat naik hingga 30 persen. Karenanya Menparekraf berkomitmen untuk terus menggelorakan desa-desa wisata yang ada di Indonesia.

"Berdasarkan big data yang dikumpulkan dari berbagai sumber, kenaikan ekonomi masyarakat dengan adanya desa wisata ini mencapai 30 persen. Ini menjadikan suatu momentum kebangkitan kita. Di tengah pandemi desa wisata menjadi pilihan," ujarnya

"Kita berkomitmen, sudah kita masukkan menjadi program unggulan kita, demokratisasi dari pariwisata ini adalah memberikan dampak pariwisata yang berkeadilan, karena kalau desa wisata ini yang merasakan seluruh masyarakat langsung," kata Sandiaga.

Wakil Bupati Wonosobo, Albar menyampaikan apresiasi kepada Sandiaga karena bersedia menyempatkan diri untuk mengunjungi Desa Wisata Sembungan. Ia yakin kehadiran Sandiaga membawa berkah dan semangat bagi masyarakat setempat.

"Hari ini Sembungan mendapatkan anugerah dari Allah SWT karena kehadiran Menparekraf beserta jajaran. Yang saya kira menjadi salah satu giat yang penuh barokah. Dan semoga Sembungan jaya," kata Albar.



Simak Video "Sandiaga Uno Terkesan dengan Cerita Film 'Ngeri-Ngeri Sedap'"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA