Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 05 Jul 2022 15:12 WIB

TRAVEL NEWS

Pedihnya Helen Lihat Iklan Sirkus Gajah di Mana-mana, Pemerintah kok Diam Saja?

Femi Diah
detikTravel
Kamp gajah di Chiang Mai, Thailand, kini telah dibuka kembali untuk para wisatawan. Hal itu menjadi harapan kepada para gajah dan pelatih untuk tetap bertahan.
Wisata gajah di Thailand (Getty Images/Lauren DeCicca)
London -

Iklan wisata sirkus gajah Thailand di Inggris bikin geram Helen Costigan. Dia menilai bisa-bisanya pemerintah Inggris tidak memiliki empati sama sekali terhadap peristiwa tragis 22 tahun lalu di negeri gajah putih.

Semua bermula saat Helen dan keluarganya liburan di Thailand pada tahun 2000. Salah satunya, singgah di taman untuk menyaksikan gajah dari dekat.

Tetapi, nahas saudaranya, Andrea Taylor diserang gajah hingga tewas. Saat itu, Andrea adalah siswa sekolah perawat.

Helen juga tidak lepas dari serangan gajah waktu itu. Dia dan ayahnya Geoff terluka parah dalam insiden tragis yang sama.

Sejak itu, mereka menuntut pemerintah Inggris untuk memblokir iklan komersil sirkus gajah. Dia tidak dendam kepada si gajah. Justru, dia melihat gajah yang menyerang keluarga bisa bertindak di luar kendali karena jauh lebih tersiksa selama hidupnya.

Dia menyoroti betapa wisata sirkus gajah itu amat menyakitkan bagi para gajah. Menyetop wisatawan untuk mengunjungi tempat-tempat sirkus satwa liar, termasuk gajah, dianggap sebagai salah satu solusi untuk menyelamatkan gajah.

Tetapi rupanya peristiwa itu ternyata tidak menjadi catatan khusus pemerintah Inggris untuk memilah dan memilih wisata untuk warganya. Kampanye untuk menghentikan wisata sirkus gajah diabaikan.

Dia tidak hanya berkaca kepada kejadian tragis yang menimpa keluarganya. Save The Asian Elephants (STAE) menemukan setidaknya 1.200 perusahaan Inggris masih mempromosikan 277 tempat di luar negeri yang menawarkan wisata gajah. Yang ironisnya adalah sirkus gajah dengan si gajah dipaksa melakukan trik, bermain game, dan memberi tumpangan untuk turis.

"Larangan mengiklankan situs wisata semacam itu akan sangat membantu menghentikan pengunjung untuk mengetahui tentang tempat-tempat ini dan menghentikan manusia mengambil keuntungan dari penyalahgunaan hewan," kata Helen seperti dikutip Express, Selasa (5/7/2022).

"Penundaan dan kurangnya perhatian pemerintah terhadap larangan tersebut membahayakan kehidupan turis Inggris dan membiarkan penyiksaan terhadap gajah berlanjut. Adik saya meninggal karena kurangnya pengetahuan kami tentang penyiksaan dan penderitaan yang dihadapi gajah di Thailand. Hidup Andrea Taylor seharusnya tidak sia-sia," dia menambahkan.

"Selama 20 tahun terakhir orang telah mulai mendidik diri mereka sendiri dan menyadari bahwa tidak semua tempat wisata dengan hewan bermanfaat bagi kehidupan hewan yang bersangkutan. Namun, tahun demi tahun, orang-orang tidak menyadari dan memilih menutup mata terhadap pelecehan mengerikan yang dihadapi hewan seperti gajah ketika dipaksa berinteraksi dengan manusia," dia menegaskan.

Duncan McNair, kepala eksekutif STAE, mengatakan sirkus gajah bisa membuat gajah-gajah itu diisolasi, kekurangan makanan, air dan tidur, dan pemukulan dengan tongkat atau rantai agar mereka menuruti tugas tuannya.

"Operator yang tidak etis selama bertahun-tahun telah melanggar janji perubahan. Pengakhiran iklan tempat-tempat ini sudah lama tertunda," kata McNair.

"Pada Mei 2021, pemerintah berjanji menyusun undang-undang untuk melarang iklan dan penawaran untuk dijual di sini dari praktik khusus yang tidak dapat diterima di luar negeri," dia menambahkan.

RUU Hewan di Luar Negeri dimaksudkan untuk memastikan bahwa praktik kejam terhadap hewan di luar negeri tidak didukung oleh pasar Inggris.

Diperkirakan tidak kurang dari 45.000 gajah Asia hidup hari ini, dengan 40 persennya dipelihara di penangkaran kejam untuk eksploitasi.

"Hewan yang menjadi bagian dari atraksi wisata sering menjadi sasaran praktik pelatihan yang kejam dan brutal. Kami mendesak wisatawan Inggris untuk memilih mengunjungi atraksi dan pengalaman dengan kesejahteraan yang lebih tinggi di luar negeri," kata seorang juru bicara Departemen Lingkungan, Pangan, dan Desa.

Mereka benar-benar hancur oleh isolasi, kelaparan dan penyiksaan. Setengahnya mati, sedangkan yang selamat diasingkan dan disiksa untuk melakukan wahana, trik, dan selfie. Punggung sensitif gajah Asia dirusak oleh tunggangan yang konstan dan beban berat, kaki mereka membusuk di atas beton yang keras, sementara jalan yang panas membakar alas kaki yang lunak.

Penusukan dan ikatan kawat yang keras menyebabkan sepsis. Isolasi membawa siksaan, ditunjukkan dalam goyangan berulang dan kepala terombang-ambing. Pekerjaan sering membuat gajah disiksa sampai mati.

Seluruh aktivitas dalam sirkus itu mengancam peran gajah sebagai penggarap hutan yang sangat penting untuk menghentikan perubahan iklim.



Simak Video "Penyelamatan Dramatis Ibu-Bayi Gajah yang Jatuh ke Lubang di Thailand"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA