Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 06 Jul 2022 08:11 WIB

TRAVEL NEWS

Kronologi Pembatalan Keberangkatan Haji Furoda

bonauli
detikTravel
Manasik calon haji furoda yang gagal berangkat
Manasik calon haji furoda yang gagal berangkat (Rizky Sembada/Istimewa)
Jakarta -

Kesedihan dirasakan calon jemaah haji furoda tahun ini. Lama menunggu kepastian, jemaah haji ini harus melalui hari-hari dengan harap-harap cemas dan ujungnya sebuah kekecewaan luar biasa.

Tahun ini, Arab Saudi membuka kuota haji sebanyak untuk satu juta jemaah. Di antara 850.000 jemaah luar negeri, Indonesia mendaftarkan hampir 7.800 calon jemaah haji furoda.

"Kami adalah salah satu penyelenggara pemilik izin Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), juga mendapatkan amanah memberangkatkan jemaah atau menerima pendaftaran jemaah furoda dan Indonesia," kata Rizky Sembada, CEO Almultazan Group, dalam perbincangan dengan detikTravel.

Namun, Rizky menjelaskan bahwa ada tanda-tanda yang kurang baik di awal bulan Zulkaidah. Katanya tanda-tanda tentang proses pengajuan visa haji furoda kuota belum juga nampak.

"Kekhawatiran kami mulai memuncak ketika tanggal sudah mulai mendekati 25-26 Zulkaidah. Artinya, proses haji semakin dekat, sementara haji-haji reguler sudah habis," kata dia.

Saat itu, kloter demi kloter diberangkatkan, haji khusus pun sudah mulai banyak diberangkatkan. Umumnya, visa haji furoda mulai turun ketika visa haji khusus mulai berangkat.

"Sampai di last minute sekitar tanggal 26-27 Juni tidak juga kunjung datang user haji furoda. Tentu kekhawatiran kami sangat besar," katanya mengingat kejadian tersebut.

Rizky melihat adanya ancaman kerugian di depan mata. Tiket sudah dilunasi, hotel sudah ter-booking, sementara tanda-tanda keluarnya visa tak kunjung datang.

"Harapan baru muncul ketika ada proses pengajuan penambahan kuota dari Bapak Menteri Luhut Binsar, sebanyak 10 ribu untuk Indonesia. Maka, kami penyelenggara berusaha haji khusus Indonesia berbondong-bondong mendatangi asosiasi kami dinaungi, ada yang ke AMPHURI, Himpu, Sabuhi, Permata Haji, dan lain-lain. Semua asosiasi tergabung jadi satu," dia menjelaskan.

Rizky menyebut rapat antar stake holder haji antara Komisi XVIII DPR RI bersama Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dilakukan rutin setiap hari.

"Pada tanggal 28 Juni, kami mendapatkan kabar bahwasannya insyaahllah, proses pengajuan visa akan segera dimudahkan," kata dia.

Hal itu diperkuat dengan terbitnya pengajuan proses Mofa (konfirmasi dari kementrian haji Saudi untuk jemaah umroh/haji berdasarkan kuota. Setiap jemaah harus punya MOFA sebelum mengajukan visa ke Saudi).

"Pengajuan kuota yang selama ini belum bisa masuk entry, semua sistem sudah dibuka, semua masuk entry. Ini jelas membuat harapan yang sangat besar bahwa jemaah haji furoda akan berangkat," kata dia.

"Saya yang saat itu sudah di Jakarta segera mengimbau jemaah kami yang berasal dari berbagai tempat di Indonesia dari Kalimantan, Jawa, Jakarta, Kediri, Sragen, Wonogori, dan Solo," dia menambahkan.

Sebagai agen travel, Rizky mengimbau jemaah untuk segera berangkat ke Jakarta. Rizky pun mempersiapkan pelunasan tanggal 29 Juni 2022. Jemaah haji pun diinapkan di hotel-hotel Jakarta.

Penuhnya okupansi dengan jemaah haji membuat harga hotel-hotel Jakarta melambung tinggi. Namun, Rizky bilang, para agen travel tetap mengupayakan agar jemaah haji furoda tiba pada 28 dan 29 Juni.

"Namun, perasaan tidak enak mulai menggelayuti jiwa. Meskipun sebagai selorang leader, saya terus memberikan semangat pada jemaah," ujarnya.

Waktu berlalu dan sampai akhirnya ada pemberitahuan bahwa jemaah haji furoda tidak jadi berangkat tanggal 29 Juni.

"Innalillahi, kami tidak patah arang meskipun rasa sedih kecewa bergelayutan. Belum lagi kondisi yang jelas bagaimana kerugian tiket kami. Namun, kami terus berjuang mengikuti instruksi asosiasi kami untuk berjuang terus di forum satu, memperjuangkan keberangkatan jemaah haji kami," dia menambahkan.

Rizky masih terus mengikuti proses demi proses untuk mengeluarkan visa jemaah. Pada tanggal 30 malam, dirinya mendapatkan kabar baik.

"Insyaallah visa akan keluar terutama bagi jemaah haji yang telah tertunda keberangkatannya. Informasi yang sangat menyenangkan dan kami berikan pada jemaah. Inshaallah bisa berangkat pada tanggal 1 dini hari," dia menjelaskan.

Jemaah haji furoda pun diintruksikan untuk bersiap-siap berangkat ke Saudi. Namun, harapan itu pupus kembali. Karena kenyataannya, jemaah haji belum bisa juga diberangkatkan. Kejadian ini juga dialami ribuan calon jemaah haji lainnya yang tersebar di hotel-hotel sekitar bandara.

"Semua alami stress, bahkan banyak di antaranya yg depresi dan marah dan sebagainya," katanya.

Rizky tak mau patah semangat. Tanggal 1 berlalu, "korban" makin banyak berjatuhan dan tiket-tiket mulai hangus. Tanggal 2 berlalu, tanggal 3 berlalu, hingga akhirnya pada Senin 4 juli, bendera putih berkibar.

"Pengumuman dari asosiasi disampaikan kepada anggota-anggotanyanya. Akhirnya, kami pun mendapatkan juga kabar tidak jadi berangkat," kata dia pasrah.

"Sedih, kecewa, rasa luka dan duka tak mampu lagi ditahan dan akhirnya keluar lewat tetesan air mata. 'Mengapa hal ini terjadi?' itulah pertanyaan yang terus muncul dibenak calon jemaah haji," kata dia.

"Kembali konsep resiliensi diri kami tanamkan ke diri kami an juga kepada jemaah. Ini membuat kami mampu untuk menahan teriakan sehingga yang keluar adalah kalimat-kalimat istighfar. Semoga Allah ampuni dosa2 kami," kata dia.

"Kami mungkin belum layak dipanggil Allah tahun ini. Kami belum layak untuk mendatangi rumah suci Allah untuk haji tahun ini. Bisa jadi Allah mempersiapkan hari-hari yang indah yang lebih indah dari yang kami pikirkan," kata Rizky.



Simak Video "Kasus 46 Calon Dideportasi Saudi, Apa Itu Haji Furoda?"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA