Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 14 Jul 2022 15:40 WIB

TRAVEL NEWS

Keajaiban Pohon Beringin: Sumber Makanan Hewan-Bisa Cegah Kekeringan

Hari Suroto
detikTravel
Ekskavasi tahap kedua Candi Gedog dimulai kembali. Namun BPCB Jatim tidak akan mencabut pohon beringin yang menaungi situs cagar budaya itu.
Foto: Ilustrasi pohon beringin di Candi Gedong (Erliana Riady/detikcom)
Jakarta -

Pohon beringin sudah jadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Pohon ini dikenal sebagai sumber makanan bagi hewan dan bisa menyimpan cadangan air.

Buah dari pohon beringin dikenal sebagai sumber makanan yang penting bagi hewan. Pohon beringin tidak berbuah secara musiman, sehingga mereka menyediakan pasokan makanan sepanjang tahun.

Tentu saja itu sangat penting di saat sumber makanan lain langka. Di hutan Sulawesi, banyak spesies hewan memanfaatkan hal ini hingga 85%. Makanan rangkong kenop merah misalnya, terdiri dari buah beringin.

Pohon beringin juga bisa menjadi solusi guna mencegah kekeringan. Sistem perakarannya ternyata mampu menyimpan air. Akar-akar pohon beringin memiliki kemampuan menyimpan air lebih banyak daripada perakaran jenis-jenis pohon lain.

Dengan kemampuannya menyimpan air, maka lama-kelamaan akan muncul mata air di sekitar pohon beringin. Mata air muncul ketika ada rongga atau celah di tanah yang memberikan jalan bagi air tanah untuk mengalir ke permukaan. Pohon beringin akan membantu membuat celah atau rongga ini.

Akar pohon sebenarnya menyerap air dari tanah hanya untuk kebutuhannya sendiri dalam melakukan fotosintesis. Tapi ketika tanah atau lingkungan di sekitar kering, misalnya karena sedang musim kemarau, akar pohon beringin ternyata bisa mengeluarkan air yang disimpannya supaya lingkungan di sekitarnya tetap lembab sebagai upaya penundaan dehidrasi pada pohon.

Tergantung besar ukuran pohon beringin, semakin besar ukuran pohon, maka semakin banyak air yang dikeluarkan. Tetapi ketika musim kemarau, debit airnya akan berkurang. Dengan adanya pori-pori pada tanah yang disebabkan karena adanya akar pohon, air hujan akan terserap dan terikat di dalam pori-pori tersebut, tidak sekedar menjadi air limpasan.

Akar pohon beringin dapat memperlambat terjadinya proses penguapan pada tanah, karena akar pohon akan mengondisikan kandungan air di sekitarnya. Banyaknya akar-akar cabang dari akar utama yang saling berkaitan satu sama lain akan mengikat air sehingga dapat memperlambat laju penguapan pada tanah.

Pohon beringin juga memiliki tajuk atau kanopi yang rimbun sehingga sangat baik untuk upaya konservasi air. Dengan tajuk bulat dan melebar, pohon beringin juga sering dimanfaatkan sebagai pohon peneduh.


----

Artikel ini ditulis Hari Suroto, Peneliti Arkeologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Artikel sudah disunting oleh redaksi.



Simak Video "Pemandangan Pilu Kekeringan di Kenya, Sudah Ratusan Gajah Mati"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA