Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 20 Jul 2022 05:02 WIB

TRAVEL NEWS

Restoran dalam Gua di Bali Viral, Kini Dilarang Beroperasi

Femi Diah
detikTravel
Petugas melakukan peninjauan lapangan untuk memeriksa legalitas bangunan Restoran The Cave di kawasan Pecatu, Badung, Bali, Selasa (19/7/2022). Restoran unik yang terletak di dalam gua itu dihentikan operasionalnya sementara karena belum melengkapi izin dan sedang menunggu kajian dari sejumlah instansi terkait pemanfaatan gua tersebut sebagai restoran. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/rwa.
Petugas melakukan peninjauan lapangan untuk memeriksa legalitas bangunan Restoran The Cave di kawasan Pecatu, Badung, Bali, Selasa (19/7/2022). (Fikri Yusuf/Antara)
Jakarta -

Viral sebuah restoran di Bali dibangun di dalam gua. Setelah gaduh di media sosial, restoran di gua itu ditutup karena dilarang beroperasi.

Restoran gua itu berada di dalam gua yang ada di kawasan Hotel The Edge, Uluwatu, Kabupaten Badung, Bali. Penutupan restoran itu diputuskan setelah Satpol PP Kabupaten Badung, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Bali dan sejumlah instansi lain melakukan peninjauan ke lokasi pada Selasa (19/7/2022).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara, mengatakan penutupan restoran dalam gua itu dilakukan karena tak adanya izin untuk membuat restoran di dalam gua.

"Itu yang pasti sudah tidak ada (izin) khusus di gua ini. Makanya, kami putuskan hari ini tidak boleh digunakan sampai izinnya lengkap," ujar dan dikutip dari Antara, Rabu (20/7).

Selain itu, Satpol PP Badung juga tengah melakukan kajian bersama instansi-instansi terkait soal status gua tersebut.

"Dari peninjauan ini, kesimpulan yang diambil untuk kegiatan di Restoran The Cave dihentikan sementara karena kami ingin mendapatkan kajian dari instansi terkait, khususnya balai budaya apakah gua ini kategori alam atau cagar budaya, sehingga dalam waktu secepatnya bisa diberikan rekomendasi," ujar Ketut Suryanegara.

Dia menyebut apabila hasil rekomendasi itu nantinya menyebutkan gua itu merupakan cagar budaya, karena cagar budaya, merupakan peninggalan purbakala maka menjadi kewajiban negara untuk menjaga kelestariannya.

Andai ada kepastian hukum, mulai perizinan, rekomendasi dari pihak lingkungan hidup, dan balai budaya yang menyatakan bahwa restoran bisa dibangun di dalam gua maka rekomendasi agar restoran The Cave bisa beroperasi kembali akan diberikan.

"Kalaupun itu nantinya murni bentukan alam maka kami juga ingin adanya kepastian, baik itu perizinan maupun dari segi keamanan," katanya.

"Namun, kalau memang rekomendasinya tidak layak dan tidak diperbolehkan ya kami pastikan untuk tidak boleh restoran ini beroperasi," dia menambahkan.

Ketut juga menyebut perizinan yang sebelumnya telah dikantongi pihak pengelola adalah perizinan operasional untuk hotel dan restoran yang ada di area hotel. Restoran di dalam gua belum berizin.

"Untuk yang di dalam gua kami pastikan (izinnya) tidak ada karena yang gua ini tidak masuk dalam perizinan yang sebelumnya," kata dia.

"Oleh karena itu, kami putuskan mulai hari ini itu tidak boleh digunakan sampai izinnya lengkap. Dan, kami menunggu izin dari Dinas Perizinan, kalau semuanya layak dan lengkap baru kami mengeluarkan rekomendasi untuk dapat dibuka kembali," dia menambahkan.



Simak Video "Kemenparekraf Sambut Ratusan Turis Tiongkok di Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Adu Perspektif
×
Janji Politik Lama, Bersemi Kembali
Janji Politik Lama, Bersemi Kembali Selengkapnya