Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 23 Jul 2022 23:12 WIB

TRAVEL NEWS

Pemeriksaan Kesehatan Lengkap untuk Pilot, Apa Saja Sih?

Tim detikcom
detikTravel
Ilustrasi Pilot
Foto: Ilustrasi pilot (iStock)
Jakarta -

Pemeriksaan fisik dan kesehatan akan dilakukan pada semua pilot sebelum mereka mendapat izin terbang atau untuk memperbarui izin terbang. Apa saja ya?

Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan secara berkala, misalnya setiap 6-12 bulan bagi pilot kelas pertama atau setiap 12 bulan bagi pilot kelas kedua, dan setiap 2-5 tahun bagi pilot kelas ketiga.

Pemeriksaan kesehatan ini jauh lebih lengkap dibandingkan pemeriksaan fisik rutin.

Prosedur pemeriksaan kesehatan lengkap untuk pilot itu antara lain:

1. Pengukuran tinggi dan berat badan
2. Tes detak jantung EKG atau elektrokardiogram

EKG biasanya dilakukan pada pemeriksaan fisik pertama dari pilot yang berusia 35 tahun. Pilot yang telah berusia 40 tahun dan menginginkan sertifikat Kelas Pertama perlu menjalani EKG setiap tahun.

3. Tes urine
4. Pemeriksaan kepala, wajah, leher, dan kulit kepala
5. Pemeriksaan mata (bagian dalam mata, pupil, dan motilitas okular)
6. Tes penglihatan

7. Tes jangkauan penglihatan

Pilot harus memiliki ketajaman visual 6/9 bila kedua mata digunakan terpisah dan 6/6 bila kedua mata digunakan bersamaan. Hasil ini bisa didapatkan tanpa alat bantu penglihatan atau dengan alat bantu seperti lensa kontak. Apabila ada kelainan refraktif atau astigmatisma, maka ada batasan tertentu. Biasanya bila astigmatisma tidak melebihi 2,000 dioptri maka pilot masih bisa mendapatkan sertifikat kesehatan.

8. Tes buta warna - Tes ini dilakukan dengan menggunakan Tes Ishihara
9. Pemeriksaan hidung
10. Pemeriksaan sinus
11. Pemeriksaan mulut dan tenggorokan
12. Pemeriksaan gendang telinga
13. Pemeriksaan telinga atau pendengaran

Pilot harus menjalani tes pendengaran dasar dan memenuhi standar yang berlaku. Namun, ada toleransi khusus bagi pilot yang pendengarannya tidak terlalu baik, karena pilot rentan mengalami gangguan pendengaran akibat suara keras. Gangguan pendengaran tidak boleh lebih dari 35 dB pada frekuensi 500-2000 Hz dan 50 dB pada frekuensi 3000 Hz.

14. Pemeriksaan paru-paru dan dada
15. Uji fungsi paru atau spirometri
16. Rontgen dada
17. Tes darah
18. Tes hemoglobin darah
19. Tes kolesterol darah
20. Tekanan darah - Pilot sebaiknya memiliki tekanan darah normal, yaitu di bawah 140/90

21. Pemeriksaan sistem pembuluh darah
22. Pemeriksaan perut
23. Pemeriksaan sistem kemih
24. Pemeriksaan kulit
25. Pemeriksaan muskuloskeletal (lengan, kaki, dan tulang belakang)
26. Pemeriksaan sistem limfatik
27. Pemeriksaan psikologis
28. Pemeriksaan syaraf

Apabila dibutuhkan, dokter dapat meminta informasi tambahan yang bisa didapatkan dari pemeriksaan klinis, seperti uji laboratorium dan biopsi.

Bila pilot harus memenuhi standar kesehatan tertentu untuk mendapatkan sertifikat kesehatan, maka dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisinya.



Simak Video "Penampakan Ratusan Paus Terdampar di Pantai Barat Tasmania"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA