Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 13 Agu 2022 16:12 WIB

TRAVEL NEWS

Kebun Binatang Surabaya Punya Komodo, Apa Rencana Selanjutnya?

Femi Diah
detikTravel
A zookeeper holds a four-month-old juvenile Komodo dragon, hatched in captivity as part of a breeding programme for the endangered lizard, at the Surabaya Zoo in Surabaya, East Java province on June 27, 2022. (Photo by Juni Kriswanto / AFP) (Photo by JUNI KRISWANTO/AFP via Getty Images)
Anakan komodo si Kebun Binatang Surabaya (Juni Kriswanto/AFP via Getty Images)
Surabaya -

Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) berwacana mengembangkan dua Taman Komodo. Rencana itu disorot.

Adalah pegiat konservasi dan pemerhati satwa liar Singky Soewadji yang mengomentari rencana Surabaya untuk membangun dua Taman Komodo. Dia mengatakan Surabaya tidak perlu membangun dua, tetapi cukup satu Taman Komodo tetapi betul-betul berfokus dan intens.

Menurut Singky komodo adalah satwa liar Appendix I yang sangat dilindungi dan hanya ada di Indonesia. Makanya, keberhasilan KBS mengembangbiakkan sekitar 130 anak komodo sangatlah istimewa.

"KBS adalah satu-satunya lembaga konservasi di dunia yang berhasil dengan sukses menangkarkan dan mengembangbiakkan komodo hingga berjumlah sekitar 130 ekor lebih," kata Singky seperti dikutip dari Antara, Sabtu (13/8/2022).

Ironinya, lanjut dia, hingga saat ini KBS tidak bisa melakukan upaya pemanfaatan untuk kepentingan konservasi Insitu (dalam habitat) maupun Exsitu (di luar habitat) dengan potensi yang dimiliki itu.

Singky menyebut, sejak era zaman Tri Rismaharini menjadi Wali Kota Surabaya, sudah sering melontarkan ide agar Surabaya memanfaatkan komodo di KBS yang kelebihan populasi itu. Salah satu idenya dengan membuat sebuah Taman Komodo di Surabaya.

Setelah sekian tahun, lanjut dia, akhir-akhir ini baru ada respons dari perwakilan PDTS KBS. Mereka menyebut berencana membuat dua Taman Komodo yakni di kawasan Mangrove Wonorejo (Surabaya Timur) dan Kawasan Banyuurip (Surabaya Barat).

"Saya tidak perlu mengklaim bahwa ide Taman Komodo ini dari saya, tapi dengan wacana membuat dua Taman Komodo di Surabaya, menurut saya ini adalah ide orang yang tidak memiliki konsep konservasi," kata dia.

Menurut Koodinator Aliansi Pecinta Satwa Liar Indonesia (Apecsi) ini, lembaga konservasi tidak harus mempunyai banyak cabang. Apalagi di KBS, kata dia, selain komodo ada babirusa, bekantan dan jalak Bali yang semuanya over populasi, sementara di habitatnya makin punah dan di kebun binatang lain sangat mendambakan.

Singky mengatakan potensi KBS akan bisa menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) Kata Surabaya bila dikelola secara profesional.

"Jadi, masa depan KBS ada di tangan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, KBS mau dibawa ke mana?" kata Singky.

Humas PDTS KBS Agus Supangkat kepada wartawan di Surabaya mengatakan saat ini tim dari Pemkot Surabaya dan PDTS KBS sedang melakukan studi kelayakan pembangunan Taman Wisata Komodo.

"Tahun depan manajemen KBS akan mempresentasikan di hadapan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi," kata Agus.

Saat ini, lanjut dia, KBS memiliki koleksi lebih kurang 133 komodo. Kemudian ada tambahan 29 komodo yang baru menetas dalam proses penangkaran beberapa bulan lalu.

"Jadi, total KBS punya koleksi 162 komodo. Ini merupakan sesuatu yang luar biasa bagi masyarakat maupun peneliti," kata dia.



Simak Video "Berenang santai Sambil Berfloaties Ria Menikmati indahnya Pemandangan Alam Tepi Laut, Lombok"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA