Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 20 Agu 2022 09:42 WIB

TRAVEL NEWS

Tinggalkan Pekerjaan dan Jual Rumah, Pasangan Ini Pilih Keliling Dunia

Femi Diah
detikTravel
Keluarga Chloe dan Jordan keliling dunia
Keluarga Chloe dan Jordan keliling dunia (Instagram @counting.countries)
Jakarta -

Demi bisa keliling dunia, pasangan suami istri ini menjual semua yang dimiliki. Modalnya, Rp 898 juta.

Pasangan itu adalah Chloe Egbert, 28, dan suaminya, Jordan, 31 serta putra mereka Lennon, 18 bulan. Lennon lahir di tengah perjalanan mereka.

Keduanya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan dan menjual rumah, mobil, serta barang-barang untuk mendanai perjalanan mereka. Dari perhitungan, mereka membutuhkan uang senilai 51.000 pound sterling atau sekitar Rp 898 juta.

Pasangan itu memulai perjalanan dari rumah mereka di Orem, Utah, Amerika Serikat (AS) dan menuju ke Prancis pada Mei 2019. Dari titik start mereka mengunjungi Malta, Italia, dan Swiss.

Keluarga itu menjelajahi 106 negara sejauh ini. Kini, mereka berada di Andorra dan akan menuju ke Monaco dalam enam hari.

Chloe, mantan asisten eksekutif, berasal dari Las Vegas, Nevada, AS, mengatakan keputusan melepaskan pekerjaan dan berkeliling dunia itu demi bisa mengendalikan masa depan mereka sendiri.

"Kami menjual semua yang kami miliki untuk mendanai perjalanan kami dan ingin menunjukkan dunia kepada putra kami," kata Chloe seperti dikutip Mirror.

"Tujuan kami adalah mengunjungi setiap negara. Sejauh ini kami telah mencapai 106 negara. Kami masih memiliki PR untuk menuju 89 negara lagi," dia menambahkan.

Selain ingin menunjukkan isi dunia kepada sang putra, rupanya mereka pernah dalam masa sulit sehingga memutuskan untuk berkeliling dunia.

"Jordan mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan mobil listrik pada Maret 2018. Mereka membuka cabang di Eropa, jadi kami telah merencanakan untuk tinggal di Austria selama dua tahun. Tetapi, saat dia menjalani pelatihan, perusahaan itu dinyatakan pailit," kata Chloe.

"Kami memutuskan untuk tetap maju dan pindah ke luar negeri. Tetapi, alih-alih tinggal di satu tempat, kami ingin melihat dunia sebanyak mungkin," dia menegaskan.

Mereka sudah melintas jauh ke selatan. Chloe dan Jordan sudah singgah ke Papua Nugini, Samoa, dan Tonga sebelum pandemi dan pembatasan perjalanan menghentikan rencana mereka pada Maret 2020.

"Kami berada di Tuvalu di Pasifik Selatan dan ketika kami mendarat, kami pergi ke perbatasan. Di sana mereka memberi tahu kami bahwa kami tidak bisa masuk karena kami orang Amerika," ujar Chloe.

"Mereka khawatir kami akan terkena virus Corona. Jadi, kami harus membuktikan bahwa kami tidak berada di AS selama berbulan-bulan, kemudian mereka mengizinkan kami masuk, tetapi kemudian kami diberitahu bahwa kami harus segera meninggalkan negara itu," dia menambahkan.

Chloe dan Jordan kemudian menuju Padre Burgos, di Filipina. Di sana, mereka membayangkan untuk bisa berenang bersama hiu paus dan bersantai di pantai.

Namun, kenyataan tidak seindah rencana. Saat itu, angka kasus Covid-19 di Filipina amat tinggi dan Presiden Filipina mengumumkan seluruh moda transportasi lokal dihentikan selama 24 jam untuk mencoba menahan penyebaran Covid-19. Selain itu, Filipina menutup pintu buat turis asing.

"Kami kemudian terbang ke Manila dan Presiden Filipina mengatakan bahwa orang asing harus pergi dalam waktu 72 jam. Jika tidak, kami akan terjebak di sana. Semua transportasi umum ditutup. Kami sangat beruntung kami menginap di hotel tepat di sebelah bandara," kata dia.

"Segera setelah Presiden membuat pengumuman, kami mencoba turun ke Mikronesia dan penerbangan kami dibatalkan," dia menambahkan.

Pasangan itu menyadari rencana perjalanan mereka akan terhenti dan memutuskan untuk kembali ke AS. Kemudian, mereka menghabiskan masa pandemi di Hawaii, tempat Chloe hamil dan melahirkan putra mereka, Lennon, pada Februari 2021.

Pada bulan September 2021, mereka terbang sekali lagi, kali ini menuju Amerika Selatan.

"Sulit untuk kembali bepergian, kami pergi ke tempat-tempat yang masih menerapkan aturan masker dan taman-taman hiburan dengan wahananya ditutup," kata Chloe.

Selandia Baru Terfavorit

Selama traveling, Chloe telah mengunjungi 110 negara. Di antara negara-negara itu dia menyebut bahwa Selandia Baru adalah destinasi favoritnya.

"Ada energi di Selandia Baru yang hanya saya rasakan di Jepang dan Andorra," kata Chloe.

"Selandia Baru sangat alamiah dan nyaman. Selandia Baru membawa kenyamanan. Warga Selandia Baru itu gila, mereka adalah pecandu adrenalin terbesar dan saya menyukainya," dia menambahkan.



Simak Video "Remaja 17 Tahun Pecahkan Rekor Dunia Terbang Keliling Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA