Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 22 Agu 2022 15:40 WIB

TRAVEL NEWS

300 Pajero Banjiri Lautan Pasir Bromo, Walhi Minta Pengawasan Diperketat

Tim detikJatim
detikTravel
Komunitas Pajero di Gunung Bromo
Foto: Pajero di Bromo (Tangkapan layar/detikJatim)
Pasuruan -

300 Mobil Mitsubishi Pajero turun ke kawasan konservasi lautan pasir Gunung Bromo bikin heboh. Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jatim minta agar pengawasan diperketat.

Peristiwa itu tentu saja memicu kegeraman pencinta alam yang langsung mengusir para pengendara Pajero. Diketahui, aksi ini digelar pada Kamis (18/8) pekan lalu.

Saat itu, para pengendara Pajero sedang menggelar acara besar-besaran di area kaki Gunung Widodaren. Mereka mengeklaim tengah mengadakan acara baksos dalam memperingati HUT RI.

Direktur Eksekutif Walhi Jatim, Wahyu Eka Setiawan meminta pengelola Balai Besar Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru (TNBTS) untuk meningkatkan pengawasan. Mulai dari melakukan screening hingga edukasi ke masyarakat.

"Pertama, kejadian tersebut harus menjadi perhatian TNBTS untuk membuat pengawasan yang lebih ketat, dapat dimulai dari pintu masuk itu wajib di-screening dan diberikan pemahaman," kata Wahyu saat dikonfirmasi, Senin (22/8/2022).

Tak hanya itu, Wahyu juga menyoroti masuknya gunung Bromo sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Menurutnya, ada konsekuensi yang harus diterima dari hal ini.

"Wisatawan juga perlu diedukasi, ke depan hal tersebut harus menjadi perhatian. Jika memang membuka kawasan untuk turisme industrial memang harus siap konsekuensi seperti itu," imbuhnya.

Wahyu juga menyebut, kejadian kemarin terjadi karena ada celah yang bisa dimanfaatkan komunitas Pajero hingga kurangnya pemahamanan masyarakat. Untuk itu, TNBTS diminta tak diam saja melihat kejadian ini.

"Maka ke depan, TNBTS harus fokus pada mitigasi dan proses pencegahan agar tidak terulang. Kejadian tersebut terjadi karena memang ada celah, serta kurangnya pemahaman," tegasnya.

Lalu, jika masih ada wisatawan yang bandel, dengan tegas Wahyu meminta pihak TNBTS memberi hukuman agar membuat jera.

"Jika memang sudah diberikan pemahaman atau pengetahuan, tetapi masih melanggar nah itu harus ditindak sesuai aturan yang berlaku dan membuat jera," pungkasnya.


----

Artikel ini telah naik di detikJatim dan bisa dibaca selengkapnya di sini.



Simak Video "Longsor Tutup Jalur Bromo, Wisatawan 2 Jam Terjebak Macet"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA