Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 29 Agu 2022 05:10 WIB

TRAVEL NEWS

Elang Botak Simbol Negara AS Naik Pesawat, Petugas Takjub Dibuatnya

Syanti Mustika
detikTravel
Elang botak di bandara
Elang botak saat masuk tempat pemeriksaan penumpang di bandara North Carolina Foto: (TSA Southeast/Twitter)
North Carolina -

Viral video singkat seekor elang melewati pemeriksaan di bandara. Lho, terbang bersama elang nih judulnya? Mengingatkan kita dengan adegan di film kolosal.

Hewan-hewan biasanya bisa masuk pesawat dengan perizinan khusus dan ada jalur pintu masuknya sendiri. Namun kali ini, elang botak simbol dari Amerika Serikat terlihat mengembangkan sayapnya saat diperiksa petugas. Jika biasanya seekor elang bisa terbang bebas di udara mengepakkan sayapnya, elang yang satu ini naik pesawat komersial.

Elang botak merupakan hewan kebanggaan Amerika dan menjadi simbol negara Amerika sejak 1782.

Diberitakan ABC News, Senin (29/8/2022) elang botak yang mencuri perhatian ini dibawa oleh Daniel Cone, seorang pelatih hewan dan sering terang dengan hewan-hewan eksotis. Elang botak ini bernama Clark.

"Setiap kali Anda bekerja dengan hewan eksotis seperti elang botak, Anda akan menarik lebih banyak perhatian. Saya telah bepergian dengan elang ini berkali-kali sehingga saya bahkan tidak berpikir dua kali lagi," ujar Cone, seorang asisten direktur World Bird Sanctuary yang berbasis di St. Louis.

Clark, berusia 19 tahun. Dia langsung menjadi pusat perhatian para penumpang pesawat, ditambah lagi dia mengepakkan sayapnya. Clark melewati pemeriksaan pada hari Senin (22/8) di Bandara Internasional Charlotte Douglas.

Petugas Administrasi Keamanan Transportasi AS atau TSA dibuat takjub dengan kehadiran Clark. Selama ini mereka hanya melihat elang botak di seragam saja.

"Petugas TSA terbiasa melihat elang di seragam mereka ketika mereka melihat dari balik bahu mereka, tapi saya yakin tim di @CLTAirport Checkpoint A melakukan pengambilan ganda ketika mereka melihat elang asli awal pekan ini," Mark Howell, juru bicara wilayah TSA Tenggara di Twitter.

Elang bersama pawangnya masuk ke tempat pemeriksaan bandara dan sempat mengembangkan sayapnya. Dia terlihat nangkring di tangan pawangnya.

Sementara itu mengutip CNN, Clark tengah dalam perjalanan pulang setelah menghibur sekitar 1.600 mahasiswa baru di High Point University di North Carolina. Clark ternyata merupakan bagian dari World Bird Sanctuary. Di World Bird Sanctuary ada setidaknya 200 hewan yang dirawat.

Clark lahir di cagar alam sebagai bagian dari program untuk melepaskan elang botak yang terancam punah ke alam liar, menurut situs web World Bird Sanctuary. Tapi dia dilahirkan dengan kondisi cacat sisik di kakinya yang membuatnya tidak bisa dilepas ke alam bebas, menurut suaka tersebut.

Jadi kini Clark menjadi salah satu "duta terbang" organisasi dan melakukan perjalanan melintasi Amerika Serikat untuk terbang di berbagai acara, seperti upacara pertemuan High Point dan pertandingan bisbol profesional.

"Maskapai yang ditumpangi Clark memberi tahu kami dan kami melakukan skrining padanya dan pelatihnya. Clark terlihat memamerkan sayapnya saat proses skrining," tulis Administrasi Keamanan Transportasi.


Pelatih Cone menyebutkan bahwa Clark terbang antara 507 kali setahun. Sekarang, mereka bepergian dengan Southwest Airlines pulang ke St. Louis setelah membantu menyambut mahasiswa baru di High Point University.

Clark telah datang ke sekolah itu selama lebih dari satu dekade dan juga biasa menghadiri upacara dan kelulusan Hari Veteran.

Pelatih suaka biasanya dibawa ke ruang belakang saat melewati keamanan dengan hewan mereka untuk privasi lebih. Namun dalam kasus ini mereka sedikit lebih terbuka.

"Kami tidak keberatan. Clark tentu saja tidak keberatan," kata Cone.

Agen TSA membawa burung itu ke jalur terpisah, di mana ia dipindahkan dari pawangnya untuk pemeriksaan sebelum dikembalikan. Penumpang dialihkan ke jalur lain.

"Orang-orang mungkin bisa ketakutan dengan itu. Kami tidak ingin menakut-nakuti siapa pun di dalam pos pemeriksaan." ungkap Hawll.

Pelatih Cone pun bercerita bahwa dai sering terbang dengan Clark dan elang botak lainnya di suaka. Mereka memiliki pengangkut khusus yang dibuat untuk burung-burung sehingga muat di kabin.

Sebelumnya Cone juga terbang dengan burung hering Mesir yang sudah terancam punah. Pihak TSA bukanlah perdana ini menyambut penumpangnya adalah hewan eksotis. Sebelumnya mereka juga melayani bayi penguin, bayi puma, ayam berbulu panjang dan lainnya.



Simak Video "Bocah 6 Tahun Tembak Guru Sendiri Hingga Sekarat di AS"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA