Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 12 Sep 2022 09:26 WIB

TRAVEL NEWS

Bandara Ini Dibangun dari Kocek Pribadi, Bukan APBN Lho

Tim detikcom
detikTravel
Menhub Budi Karya Sumadi meninjau pembangunan Bandara Dhoho di Kediri
Menhub Budi Karya Sumadi meninjau pembangunan Bandara Dhoho di Kediri (Andhika Dwi/detikJatim)
Jakarta -

Pembangunan Bandara Internasional Dhoho Kediri tengah berlangsung. Bandara ini tidak didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) alias dari kocek pribadi.

Bandara ini dikelola oleh PT Surya Dhoho Investama anak usaha dari PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Ditargetkan beroperasi mulai Oktober 2023.

Dari sejumlah sumber, hingga Juni 2022, progres pembangunan Bandara Internasional Dhoho Kediri mencapai 50%, dengan pekerjaan tanah sudah 83,16%, pada sisi udara atau air side 15,35% dan sisi darat 3,06%.

Bandara ini dibangun dengan nilai investasi mencapai Rp 6 triliun. Dirancang memiliki terminal penumpang seluas 18.000 meter persegi, diproyeksikan berkapasitas 1,5 juta penumpang per tahun.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan bandara ini merupakan yang pertama kali dibangun oleh swasta, tanpa menggunakan APBN.

Nantinya, bandara ini akan memiliki panjang lintasan mencapai 3.000 meter, memenuhi sebagai landasan untuk pesawat dengan muatan yang besar. Karenanya, bisa digunakan sebagai keberangkatan jamaah haji dan umrah

"Jadi nanti haji di sekitar Kediri itu akan dengan mudah ke Tanah Suci atau umrah pun. Ini dari Garuda dari Batik juga sudah melirik, 'boleh gak saya ke sana' boleh," kata Budi Karya Sumadi dalam acara penandatanganan perjanjian Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dikutip Senin (12/9/2022).

Bandara Dhoho itu ditargetkan bisa dimanfaatkan untuk embarkasi haji maupun umrah di Jatim. Nantinya, keberangkatan haji dan umrah dari Kediri dan sekitarnya tak lagi harus jauh-jauh ke Surabaya atau Jakarta.

Ide Pembangunan Bandara

Pembangunan bandara ini berawal dari pertemuan Pendiri Gudang Garam Susilo Wonowidjojo tahun 216 silam dengan Luhut Binsar Pandjaitan. Kala itu, Luhut ditunjuk mengisi sementara kursi Menteri ESDM.

Dalam pertemuan itu, Susilo menyampaikan rencana menginisiasi pembangunan bandara di Kediri, yang kini bernama Bandara Internasional Dhoho.

"Pak Susilo bilang gini pokoknya semua uang dari saya, katanya. Tinggal izin saja dari pemerintah. Saya bilang enak juga ini barang nih, tapi nyatanya ada aturan yang harus kita ikuti dan kita cari aturan dan sampai saat ini sudah jalan bagus," katanya dikutip Jumat (9/9/2022).

"Ini memang suatu momen bersejarah bandara Kediri ini, saya ingat waktu itu Pak Susilo dulu datang ke saya dia bilang mau bangun lapangan terbang, tapi aturannya kita kita cari-cari lah," Luhut menambahkan.

Ya, taipan Susilo Wonowidjojo merupakan pemilik perusahaan rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Salah satu emiten rokok terbesar di Indonesia.

Sejak tahun 2008, Susilo menggantikan Rachman Halim Wonowidjojo memimpin Gudang Garam Group.

Sejak saat itu, bisnis rokoknya pun terus berkembang dan berhasil mengantarkan keluarga Wonowidjaja masuk ke dalam daftar deretan orang terkaya Indonesia pada 2013.

Ternyata, gurita bisnisnya tidak hanya rokok, tapi juga merambat menjadi pengembang jalan tol dan bandara di Kediri. Belakangan mereka juga mulai masuk ke bisnis kelapa sawit.

***

Artikel ini juga tayang di CNBC Indonesia. Klik di sini.



Simak Video "Pulau Buru, Sumber Mata Air Unik yang Berkhasiat Menyembuhkan Segala Macam Penyakit, Kepulauan Riau"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA