Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 19 Sep 2022 08:29 WIB

TRAVEL NEWS

Warisan Ratu Elizabeth untuk Raja Charles: Istana, Berlian, Kuda, Hingga Angsa

BBC
detikTravel
Jakarta -

Ratu Elizabeth II tercatat sebagai salah satu perempuan terkaya di Inggris semasa hidupnya. Warisannya pun beragam.

Saat dinobatkan menjadi ratu 70 tahun lalu, ia mewarisi berbagai istana, perhiasan, dan lahan perkebunan. Kini, semua itu diturunkan kepada putranya, Raja Charles III.

Selain istana, perhiasan, dan lahan perkebunan, Ratu Elizabeth II memiliki segala benda mewah. Dia juga penyayang binatang.

Apa saja warisan mendiang Ratu Elizabeth II kepada Raja Charles III?

Berikut daftar warisan Ratu Elizabeth II:

1. Gaun-gaun

"Ratu dan Ibu Suri tidak ingin menjadi penentu fesyen. Hal ini diserahkan kepada orang lain yang kerjanya kurang penting," cetus perancang busana Kerajaan Inggris, Sir Norman Hartnell, dalam wawancara dengan New York Times pada 1953.

Kalimat Sir Norman tersebut dicetuskan pada tahun yang sama ketika Ratu Elizabeth II naik takhta.

Namun, yang menarik adalah pada tahun-tahun selanjutnya sang Ratu mengembangkan gaya busananya sendiri yang kemudian menjadi patokan bagi para perempuan terkemuka di dunia Barat.

LONDON, ENGLAND - JULY 21: A member of Buckingham Palace staff poses inside a glass case containing Queen Elizabeth II's wedding dress during a photocall at Buckingham Palace on July 21, 2016 in London, England. The dress makes up part of a forthcoming exhibit 'Fashioning a Reign: 90 Years of Style from The Queen's Wardrobe' to coincide with the Summer Opening of Buckingham Palace. The exhibit includes outfits worn by the Queen from State events to family celebrations and runs until October 2, 2016.  (Photo by Dan Kitwood/Getty Images)Pameran busana Ratu Elizabeth II (Dan Kitwood/Getty Images)

Ratu Elizabeth II kerap mengenakan sepatu dengan hak setinggi lima sentimeter dan rok di bawah lutut. Pada bagian kelim rok terdapat pemberat guna menghindari kesalahan busana yang tidak patut.

Topi-topi yang dipakai sang Ratu kerap berlingkar kecil serta tinggi. Publik jarang menyaksikan Ratu Elizabeth II tanpa kain kerudung, topi, atau tiara kecuali ia berada di dalam ruangan.

Warna-warna pada busananya adalah warna pastel - kerap kuning lemon atau coral. Busana-busana tersebut cocok baginya dan menjadi semacam contoh bagaimana cara perempuan penguasa berpakaian.

Biru diyakini adalah warna favorit sang Ratu dan dia kerap mengenakannya saat menghadiri acara olahraga. Belum jelas di mana gaun-gaun mendiang Ratu Elizabeth II akan disimpan.

Adapun gaun-gaun mendiang Ratu Victoria dan anggota Keluarga Kerajaan lainnya, seperti Diana, Putri Wales, bisa disaksikan di banyak museum.

2. Tas jinjing

Bagian paling familier pada busana Ratu Elizabeth II mungkin adalah tas jinjingnya.

Sang Ratu selalu membawa tas jinjing yang klop dengan busananya saat menghadiri suatu acara. Bahkan, ia membawa tas jinjing ketika diabadikan dalam foto resmi terakhirnya.

Tas-tas sang Ratu dibuat oleh merek Inggris, Launer. Jumlahnya disebut-sebut mencapai 200 dan semuanya dilengkapi tali yang panjang guna memudahkan sang Ratu saat berjabat tangan.

WINDSOR, UNITED KINGDOM - MAY 19:  Queen Elizabeth II smiles after the wedding of Prince Harry and Meghan Markle at St George's Chapel at Windsor Castle on May 19, 2018 in Windsor, England. (Photo by Alastair Grant - WPA Pool/Getty Images)Ratu Elizabeth dan tas jinjingnya. (Alastair Grant/WPA Pool/Getty Images)

Gerald Bodme, pemilik Launer, menyebut mendiang Ratu sebagai "perempuan menyenangkan dengan karisma yang besar".

"Ratu mengatakan kepada saya dalam banyak kesempatan bahwa ia tidak merasa berbusana lengkap tanpa tas jinjingnya," ujar Bodme kepada BBC.

Soal isi tas Ratu, ada banyak kalangan yang mencoba berspekulasi. Sejumlah komentator mengeklaim tas Ratu selalu berisi uang kertas Pound 5 yang dilipat untuk kolekte saat misa hari Minggu, gincu, dan sebuah cermin. Lainnya mengeklaim tas Ratu juga berisi sebuah ponsel untuk menghubungi cucu-cucunya.

Tas jinjing Ratu juga disebut-sebut sering dipakai untuk berkomunikasi non-verbal dengan stafnya. Jika ia menempatkan tas di atas meja saat makan malam, misalnya, itu adalah tanda bahwa dia ingin agar acara tersebut berakhir.

3. Angsa dan lumba-lumba

Berdasarkan hukum di Inggris, semua angsa putih tanpa tanda kepemilikan di Inggris dan Wales adalah milik Kerajaan. Setiap tahun sebuah sensus yang disebut dengan istilah upping diterapkan pada semua angsa di Sungai Thames, London.

Upping dilakukan sejak abad ke-12, ketika penguasa Kerajaan Inggris mengeklaim semua angsa tanpa tanda kepemilikan di sungai dan danau guna memastikan pasokan daging angsa tersedia jika pihak Kerajaan menggelar pesta.

"Tentu saja zaman sekarang angsa tidak lagi dimakan, tapi sensus bertujuan untuk edukasi dan konservasi," jelas juru penanda angsa untuk Raja Inggris, David Barber, yang sudah mengemban jabatan tersebut selama 30 tahun.

Selain angsa, lumba-lumba yang ditemukan dalam radius 4,8 kilometer dari pantai juga milik Kerajaan Inggris.

Kepemilikan tersebut berlandaskan aturan hukum pada 1324, ketika Edward II menjabat raja. Aturan itu menyebut: "Raja memiliki lumba-lumba dan sturgeon yang diambil di laut atau di tempat lain di dalam wilayah kerajaan."

Aturan itu masih berlaku hingga saat ini. Bahkan paus dan lumba-lumba masih disebut sebagai 'Ikan-ikan Kerajaan".

Saat Ratu Elizabeth II wafat, Raja Charles III mewarisi banyak sekali angsa dan lumba-lumba di kerajaannya.

4. Kuda

Bukan rahasia lagi bahwa Ratu Elizabeth II sangat menyayangi anjing. Bahkan, ia disebut telah memiliki lebih dari 30 anjing corgi sepanjang hidupnya.

Tapi ada hewan lain yang mencuri hatinya: dia diyakini memiliki kuda dalam jumlah yang lebih banyak.

Sang Ratu belajar menunggang kuda poni Shetland bernama Peggy, hadiah untuk ulang tahun keempatnya dari kakeknya, George V.

Ratu Elizabeth IIRatu Elizabeth II Foto: Getty Images/Carl De Souza

Kemudian, dia mewarisi Royal Stud, pusat penangkaran kuda pacu di Sandringham, yang menghasilkan banyak kuda pemenang.

Pelatih Sir Michael Stoute, yang mengawasi lebih dari 100 kuda pemenang untuk Kerajaan, mengatakan bahwa dirinya senang bekerja untuk sang Ratu.

"Saya menemukan bahwa pelatihan untuk Ratu tanpa tekanan, karena pemahamannya, pengetahuannya yang mendalam, dan kehausannya akan pengetahuan," katanya.

Mendiang Ratu sering menamai kudanya untuk memberikan pesan yang jelas - seperti Kewajiban Terikat, Konstitusi, dan Kerahasiaan.

"Salah satu contoh kecil dari perhatian Ratu pada hal-hal detil adalah ia tidak pernah memakai parfum ketika mengunjungi lapangan untuk melihat kuda-kudanya, karena dapat merangsang kuda-kuda muda yang sarat testosteron," kata penyiar Clare Balding, yang kakek, ayah, dan saudara laki-lakinya telah melatih kuda untuk Ratu.

Sebagai pemilik kuda, Ratu Elizabeth II telah memenangkan empat dari lima balapan British Classic.

Halaman berikutnya >>> Deretan warisan Ratu Elizabet II

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA