Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 27 Sep 2022 22:00 WIB

TRAVEL NEWS

Jakarta Pernah Legalkan Prostitusi, Kramat Tunggak Tempatnya

Tim detikcom
detikTravel
estate agent giving house keys to woman and sign agreement in office
Foto: Ilustrasi prostitusi (iStock)
Jakarta -

Siapa sangka, ibu kota Jakarta ternyata pernah melegalkan prostitusi. Di zaman Gubernur Ali Sadikin, transaksi seks legal hukumnya di Kramat Tunggak. Begini kisahnya...

Pada masa kepemimpinan Gubernur Ali Sadikin, sekitar tahun 1970, Jakarta pernah memiliki lokalisasi pelacuran yang resmi, yakni Kramat Tunggak di Jakarta Utara. Ali Sadikin kala itu tidak mengizinkan ada lokalisasi lain di Jakarta Utara selain di Kramat Tunggak.

Saat DKI Jakarta dipimpin oleh Gubernur Ali Sadikin, situasi prostitusi relatif lebih teratur. Pasalnya, Bang Ali membuka lokalisasi yang resmi yaitu Kramat Tunggak.

Para pelacur yang biasa berkeliaran di Jalan Gajah Mada, Senen, dan beberapa tempat lainnya dilokalisir di satu tempat. Bang Ali mengeluarkan kebijakan bahwa pelacuran harus diatur.

Namun hal tersebut bukan hanya bertujuan untuk menempatkan wanita malam di satu lokasi saja, tapi juga untuk mencari uang. Untuk mengisi kas daerah, Bang Ali saat itu juga melegalkan judi.

Sempat ditentang oleh beberapa kelompok, terutama organisasi masyarakat Islam, Bang Ali tetap mewujudkan rencananya.

Jurnalis sekaligus sejarawan senior (alm.) Alwi Shahab, menyebut Bang Ali sebagai sosok yang berani. Ia bahkan menantang ormas Islam saat itu untuk tidak menggunakan infrastruktur yang dibangunnya karena dibangun dari pajak judi dan pelacuran.

Belakang para tokoh Islam tak ada yang berani menentangnya lagi. Saat itu menurut Alwi demokrasi belum sebebas seperti sekarang ini. Para penetang Bang Ali hanya bisa berkhutbah dan menuding rencana pembukaan legalisasi prostitusi dan perjudian adalah hal yang dilarang agama.

Akhirnya, Kramat Tunggak berdiri sebagai kawasan pelacuran yang disebut-sebut sebagai kompleks prostitusi terluas di Asia Tanggara.

Namun itu dulu. Pada tahun 1999, Kramat Tunggak menjumpai ajalnya. Gubernur DKI Jakarta kala itu, Sutiyoso mengambil sebuah keputusan yang teramat berani. Sutiyoso memerintahkan untuk menutup lokalisasi Kramat Tunggak.

Meski pendapat pertentangan di sana-sini, penutupan Kramat Tunggak berhasil. Lokasisasi Kramat Tunggak kini sudah diubah menjadi pusat kegiatan umat Islam Jakarta (Jakarta Islamic Center).



Simak Video "Polres Parepare Bongkar Praktik Prostitusi Online"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA