Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 12 Okt 2022 14:35 WIB

TRAVEL NEWS

Banyak Jalur Pendakian di Jatim Ditutup karena Cuaca Ekstrem

Gunung Arjuna
Gunung Arjuna. Foto: A Afandi
Jakarta -

Sejumlah jalur pendakian di Jawa Timur ditutup karena cuaca ekstrem. Beberapa di antaranya Gunung Welirang dan Gunung Arjuna.

Selain kedua gunung itu, jalur pendakian Bukit Watu Jengger dan Bukit Pundak juga ditutup. Jalur pendakian yang ditutup sementara 9-15 Oktober seluruhnya berada di wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo.

Kawasan pelestarian alam ini mencapai 27.686 hektare mencakup sebuah kompleks pegunungan di wilayah Kabupaten Mojokerto, Pasuruan, Malang, Kediri, Jombang dan Kota Batu. Meliputi Gunung Welirang, Arjuno, Gunung Biru dan Anjasmoro.

"Sekarang ada imbauan dari BMKG cuaca lagi ekstrem, ada petir, hujan deras dan angin. Kami khawatir dengan keselamatan para pendaki sehingga kami tutup dulu," kata Pengendali Ekosistem Hutan Tahura R Soerjo Niluh Novyanthi kepada detikJatim, Selasa (11/10/2022).

Niluh menjelaskan penutupan sementara dilakukan terhadap 5 jalur pendakian. Tiga di antaranya menuju ke Gunung Welirang setinggi 3.156 mdpl dan Arjuno 3.339 mdpl. Yaitu jalur pendakian Tretes di Prigen, Pasuruan, jalur Tambaksari di Purwodadi, Pasuruan serta jalur Sumber Brantas di Cangar, Kota Batu.

Jalur keempat yang ditutup yaitu via Loka Wiyata Surya di Desa Claket, Pacet, Kabupaten Mojokerto. Jalur ini menuju ke Bukit Pundak setinggi 1.585 mdpl yang berada di kawasan Gunung Welirang. Sedangkan jalur kelima menuju ke Bukit Watu Jengger setinggi 1.100 mdpl via Desa Tawangrejo, Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Bukit Watu Jengger berada di wilayah Gunung Anjasmoro.

"Bukit Pundak dan Watu Jengger untuk pendaki pemula karena hanya bisa ditempuh 1,5 sampai 2 jam. Pendakian tek tok namanya, naik kemudian turun lagi, tidak berkemah di puncak," jelasnya.

Seluruh wilayah Tahura R Soerjo, lanjut Niluh merupakan hutan konservasi. Kawasan pelestarian alam ini dibagi menjadi blok pemanfaatan, koleksi dan perlindungan. Menurutnya sebagian blok pemanfaatan dijadikan destinasi wisata. Antara lain berupa wisata air terjun, pendakian dan panorama alam.

"Blok pemanfaatan tidak sembarangan kami buka untuk jalur pendakian. Karena memperhatikan fungsi konservasi satwa liar. Misalnya jalur pendakian ke Welirang bisa dari Mojokerto. Namun, kami tutup karena lokasi terakhir mereka (macan kumbang) bersembunyi. Kalau kami buka mereka larinya ke mana lagi," terangnya.

Penutupan 5 jalur pendakian ke 4 gunung dan bukit tersebut, kata Niluh tak menutup kemungkinan bakal diperpanjang. Karena pihaknya menyesuaikan peringatan cuaca ekstrem dari BMKG.

"Karena kalau kita di atas posisi di puncak kebanyakan terbuka, lahan untuk perkemahan juga terbuka. Kalau terjadi badai dan petir tidak ada tempat sembunyi," cetusnya.

Selain menjaga pos-pos pendakian yang ditutup, menurut Niluh pihaknya juga rutin menggelar patroli ke puncak 4 gunung dan bukit tersebut untuk mencegah para pendaki ilegal. Patroli digelar setiap 2 hari sekali ke masing-masing gunung dan bukit.

"Total personel untuk penjagaan pos dan patroli 50-60 orang, termasuk perbantuan polisi hutan," ujarnya.

Sementara itu jalur pendakian ke Gunung Penanggungan via Desa Tamiajeng di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto sampai hari ini belum ditutup. Padahal BMKG sudah mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem yang berpotensi menerjang wilayah Jatim 9-15 Oktober 2022. Jalur pendakian tersebut dikelola Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sumber Lestari.

"Saya baru tahu kalau ada peringatan dari BMKG, juga belum ada koordinasi lanjutan dengan Perhutani. Biasanya kami ada koordinasi dengan Perhutani. Untuk sampai saat ini tidak ada penutupan," kata Sekretaris LMDH Sumber Lestari Khoirul Anam.

Jalur pendakian Tamiajeng selalu ramai ketika akhir pekan. Sedangkan di hari-hari biasa, pendaki yang naik ke Gunung Penanggungan setinggi 1.653 mdpl rata-rata tak sampai 20 orang per hari.

"Kami coba cari info, kalau ada kemungkinan terkait cuaca buruk yang sangat berisiko, sebaiknya memang segera mengambil sikap," tandas Anam.

Artikel ini sudah tayang di detikJatim.



Simak Video "Aksi Lee Si Young Daki Gunung Tertinggi Korea Selatan Sambil Gendong Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA