Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 16 Okt 2022 13:46 WIB

TRAVEL NEWS

Begini Cara Banyuwangi Gerakkan Ekonomi Lewat Pariwisata

Ardian Fanani
detikTravel
Bupati Banyuwangi Ipuk di Sukomade
Bupati Banyuwangi. Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Bupati Banyuwangi utarakan keinginannya untuk gerakkan perekonomian warga. Menurutnya pariwisata jadi sektor utama yang dapat menggerakkan seluruh lapisan.

Dalam bincang-bincang bersama detikJatim, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menuturkan targetnya untuk bisa menggerakkan perekonomian masyarakat. Ia menuturkan bahwa sektor pariwisata jadi sektor tepat untuk mencapai hal ini.

Sektor pariwisata ia pilih karena dapat menggerakkan seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari pengusaha wisata, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), Bumdes hingga UMKM.

"Tentu kami memilih sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Mulai dari lapisan atas hingga bawah. Pengusaha, Pokdarwis, UMKM dan kuliner merasakan peningkatan ekonomi dari sektor ini," ujar Ipuk dalam Njagong Bareng detikJatim yang disiarkan melalui live Instagram, Jumat (14/10/2022) malam.

Ipuk memberi contoh dampak dari pariwisata di destinasi wisata Bangsring Underwater, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Di lokasi ini dulu para nelayan mencari ikan dengan bom ikan.

Hal tersebut tentu merusak terumbu karang dan hilangnya ikan di sekitar lokasi itu. Namun seiring dengan perkembangan sektor pariwisata, mereka kemudian membuat lokasi konservasi terumbu karang. Kini banyak nelayan yang menggantungkan hidupnya dari kegiatan edukasi terumbu karang di lokasi tersebut.

"Jadi ketika belum ada wisata, mereka adalah pengebom ikan. Merusak habitat ikan dan terumbu karang. Seiring dengan Pemkab menggalakkan sektor wisata mereka membuat konservasi terumbu karang. Sekarang mereka malah (kasih) roti ke wisatawan untuk memberi makan ikan. Artinya selain mendapatkan ekonomi dari sana mereka juga menjaga lingkungan dari kerusakan," tambahnya.

Perkembangan serupa juga dialami Desa Adat Kemiren di Kecamatan Glagah. Warga setempat menggelar kegiatan Ngopi Sepuluh Ewu untuk mengenalkan produksi kopi di wilayah itu.

"Mereka menggelar atraksi wisata dengan membuat Festival Ngopi Sepuluh Ewu. Ribuan yang datang. Mereka menyuguhkan kuliner, tarian, kesenian hingga budaya mereka. Jadi semuanya bisa menikmati hasil dari kegiatan yang digelar," jelasnya.

Kedua desa ini menjadi contoh kecil yang menunjukkan bahwa pariwisata dapat menggerakkan perekonomian para warga Banyuwangi. Untuk terus mengembangkannya, Bupati Ipuk secara konsisten mengadakan pelatihan dan bimbingan kepada masyarakat di desa-desa.

"Bangsring Underwater dan Desa Kemiren bukti nyata (pariwisata) sebagai sumber ekonomi warga. Makanya kami terus melakukan pelatihan terhadap UMKM, guide hingga masyarakat. Program bantuan pun kami gelontor untuk meningkatkan kapasitas SDM dan potensi di masing-masing daerah. Saya setiap minggu ngantor di desa dengan program Bunga Desa. Kita belanja masalah di sana dan menyelesaikan problem dan melihat potensi desa juga," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di detikJatim. Baca selengkapnya di sini.



Simak Video "Bupati Banyuwangi Sambut detikjatim: Saluran Masyarakat Sampaikan Aspirasi"
[Gambas:Video 20detik]
(ysn/ysn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA