Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 18 Okt 2022 05:01 WIB

TRAVEL NEWS

Soal WNI Ngamuk di Turkish Airlines Versi Kemenhub

Femi Diah
detikTravel
Turkish Airlines
Ilustrasi Turkish Airlines (Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel)
Jakarta -

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendalami peristiwa penumpang ngamuk dalam penerbangan pesawat Turkish Airlines pekan lalu.

Dalam penerbangan Turkish Airlines TK-56 rute Turki (Bandara Istanbul)-Jakarta (Bandara Soekarno Hatta) registrasi TC-LJG pada Selasa, 11 Oktober 2022 itu seorang penumpang pesawat, M. Jhon Jaiz Boudewijn, mengamuk. Petugas bandara dan kepolisian menyebut dia mabuk.

Tetapi, Jhon, yang ternyata pilot Batik Air dan sedang cuti itu, bersikukuh tidak dalam pengaruh alkohol. Keluarga dan rekan sesama pilot menyebutnya sebagai sosok yang soleh. Mereka bilang Jhon menanyakan soal adanya anjing yang dibawa penumpang lain.

Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Nur Isnin Istiartono, mengatakan telah mendapatkan laporan dan data dari berbagai pihak termasuk maskapai Turkish Airline dan penumpang yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

"Kementerian Perhubungan telah menerima penjelasan pihak Turkish Airline melalui surat dari Station Manager Turkish Airlines yang berada di Bandar Udara Soekarno Hatta. Kami juga telah menerima lampiran dokumen pendukung peristiwa tersebut dan akan terus melakukan pendalaman," kata Nur Isnin dikutip dari Antara, Selasa (18/10/2022).


Kemenhub telah melakukan koordinasi internal yang dipimpin oleh Staf Ahli Bidang Keselamatan dan Konektivitas Perhubungan, serta dihadiri oleh Biro Hukum, Direktorat Keamanan Penerbangan, Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, serta Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan.

Dari laporan dan informasi yang diterima, adanya dugaan unruly passenger dalam penerbangan pesawat Turkish Airline bermula dari keluhan penumpang (terduga pelaku atas nama M. Jhon Jaiz Boudewijn) yang menanyakan terkait ketentuan membawa binatang peliharaan (pet) ke dalam kabin pesawat.

Nah, karena keluhan tersebut tidak kunjung direspons, terduga pelaku Jhon kemudian menunjukkan perilaku yang mengganggu kenyamanan penumpang maupun kru kabin selama penerbangan berlangsung. Dalam prosesnya, Jhon diamankan karena menimbulkan keributan dalam pesawat udara.

Dalam kejadian tersebut, Turkish Airlines mengambil tindakan penurunan paksa Jhon di Bandar Udara Kualanamu. Menurut Turkish Airlines, tindakan tersebut dilakukan agar tidak membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan serta kenyamanan penumpang dan kru di dalam pesawat.

Namun demikian, ketentuan membawa binatang peliharaan (pet) ke dalam kabin pesawat, Ditjen Perhubungan Udara akan terus mendalami ketentuan aturan yang berlaku di maskapai Turkish Airlines.

"Apakah penumpang yang membawa binatang peliharaan ke dalam kabin pesawat tersebut telah memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh maskapai, dan bagaimana pengawasan dari kru selama penerbangan," ujarnya.

Untuk itu sebagai tindak lanjutnya, Inspektur Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara akan mendalami terkait dengan keselamatan (safety) serta pengangkutan binatang peliharaan dalam kabin pesawat.

Ia mengungkapkan berdasarkan hasil diskusi juga disepakati bahwa peristiwa ini merupakan kejadian terkait dengan pelayanan maskapai dengan penumpang, sehingga tidak masuk dalam ranah pidana menurut yurisdiksi Negara Indonesia berdasarkan Konvensi Tokyo 1963 (Convention on Offences and Certain Other Acts Committed on Board Aircraft), sebagaimana tercantum pada Pasal 3 Konvensi Tokyo 1963 mengatur bahwa negara yang berhak melaksanakan yurisdiksi terhadap tindak pidana adalah negara tempat pesawat udara tersebut didaftarkan.

Mengingat pesawat udara Turkish Airlines registrasi TC-LJG terdaftar di Negara Turki maka yurisdiksi yang berlaku adalah yurisdiksi Negara Turki.

Nur Isnin juga menegaskan kepada semua maskapai baik maskapai nasional maupun asing yang beroperasi dari/ke Indonesia, agar memperhatikan kenyamanan penumpang khususnya Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada dalam penerbangan, sehingga tidak menimbulkan keributan yang akan berdampak pada keselamatan dan keamanan penerbangan.

"Maskapai juga harus melakukan pengawasan terhadap penumpang yang membawa binatang peliharaan dan memastikan sudah memenuhi aturan yang berlaku," katanya.



Simak Video "WNI yang Ribut di Turkish Airlines Bantah Mabuk: Boro-boro Minum"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA