Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 30 Okt 2022 08:12 WIB

TRAVEL NEWS

Singapura Bangun Gedung Pencakar Langit, Idenya dari Hutan Bambu

Tim detikcom
detikTravel
Tak ada yang tak mengenal patung merlion. Tak hanya menjadi ikon nasional, merlion pun menjadi daya tarik andalan pariwisata Singapura, tepatnya di Merlion Park
Ilustrasi Singapura (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Singapura -

Singapura berencana membangun gedung pencakar langit yang enggak kaleng-kaleng. Gedung dibangun dengan tinggi sekitar 305 meter dan terinspirasi dari hutan bambu.

Gedung pencakar langit itu bakal menjadi yang pertama di Singapura. Gedung itu akan diberi nama 8 Shenton Way.

Gedung itu dijadikan sebagai gedung perkantoran, hotel, dan 34 lantai khusus untuk apartemen atau hunian mewah. Pembangunannya ditargetkan rampung pada 2028.

Gedung pencakar langit ini akan dirancang oleh Skidmore, Owings & Merrill (SOM), arsitek Amerika Serikat yang ada di belakang gedung tertinggi dunia Burj Khalifa Dubai.

Kawasan pembangunan gedung itu kini adalah AXA Tower dengan luas 1,6 juta kaki persegi. Proses pembongkaran gedung yang dibangun pada 1986 tersebut akan dimulai, tapi gedung baru akan tetap menggunakan pondasi yang sudah ada untuk menghemat biaya.

Perusahaan arsitek itu telah meluncurkan desain terbaru untuk 8 Shenton Way. Mereka menyebut terinspirasi dari hutan bambu.

Spesialnya gedung itu adalah akan memiliki 32613 meter persegi ruang hijau dengan tanaman yang dipilih secara khusus untuk menarik perhatian burung dan kupu-kupu. Ruang terbuka hijau itu nantinya dapat diakses oleh seluruh penghuni menara tersebut.

"Kami ingin menciptakan tempat yang nyaman dan menjadi dambaan orang sehingga ingin berada di sana dan tetap sehat," kata Kepala Desain SOM Nic Medrano, seperti dikutip dari CNN, Minggu (30/10/2022).

SOM menyebut 8 Shenton Way di Singapura akan menjadi salah satu gedung pencakar langit paling berkelanjutan di Asia. Menara itu nantinya hanya akan mengonsumsi energi sebanyak 55 persen daripada yang dibutuhkan.

Mitra desain SOM Mustafa Abadan mengatakan penghematan energi dilakukan melalui kombinasi bangunan seperti fasad yang terbuat dari terakota, bambu yang diperkuat, dan kaca hemat panas.

Sirip horizontal dan vertikal yang membentang di sepanjang eksterior menara itu akan didesain untuk menghindari sinar matahari masuk, sehingga dalam bangunan tetap dingin.

Gedung itu juga akan terhubung ke sistem pendingin distrik kota, jaringan pipa bawah tanah yang mendorong air dingin ke unit AC gedung untuk mengurangi pemakaian listrik.

"Itu adalah hal-hal yang digabungkan menjadi bangunan paling berkelanjutan dalam skala ini di Singapura," kata Abadan.



Simak Video "Pulau Buru, Sumber Mata Air Unik yang Berkhasiat Menyembuhkan Segala Macam Penyakit, Kepulauan Riau"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA