Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 24 Nov 2022 14:36 WIB

TRAVEL NEWS

Bule Bali Sering Nyemplung Sawah gegara Naik Motor Lewat Jalan Tikus

Triwidiyanti
detikTravel
Pengendara motor berdesakan melewati Gang Mango di Tibubeneng, Kuta Utara.
Foto: Pengendara motor berdesakan melewati Gang Mango di Tibubeneng, Kuta Utara. (Triwidiyanti/detikBali)
Badung -

Turis di Bali kerap mengendarai motor melewati jalan tikus di kawasan Canggu untuk menghindari macet. Bukannya selamat, mereka malah sering terjun ke sawah.

Jalan pintas yang populer di kalangan wisatawan itu adalah Jalur Batu Tangkap atau lebih dikenal dengan sebutan Gang Mango. Ini merupakan jalan kecil di tengah sawah menuju Umalas Kauh, Kerobokan, Badung. Jalan tersebut rencananya akan diperlebar. Karena sering terjadi bule kecelakaan jatuh ke tengah sawah. Ketika macet mereka juga sering bertengkar.

Jalan itu dulunya pematang sawah. Ukurannya terbilang sempit untuk dilewati sepeda motor. Saking sempitnya, kalau motor dari dua arah berpapasan, salah satu harus mengalah berhenti dulu.

Maka kalau tak terbiasa, risikonya bisa terguling ke sawah. Namun jalan itu tetap jadi pilihan demi menghemat jarak, juga menghindari kemacetan di jalan utama.

Kelian Subak Banjar Sari I Nyoman Lendra mengakui, jalur tersebut belakangan memang ramai digunakan wisatawan. Termasuk bule-bule. Dahulu kata dia, jalan itu dibangun lantaran akan digelar lomba subak Banjar Sari.

"Dahulu jalannya kecil kemudian diperlebar, I Wayan Warda (almarhum) dahulu pekasehnya, tapi lombanya kapan saya masih kecil saya lupa," kata dia ditemui di rumahnya di Banjar Tegal Gundul, Tibubeneng, Kuta Utara, Rabu (23/11/2022).

Setelah I Wayan Warda meninggal kata dia kemudian diganti oleh Wayan Gentih (pekaseh) hingga akhirnya diperbaiki dan dibeton.

"Kalau yang buat jalan itu Wayan Warda itu bersama Krama Subak Sari, cuma tahunnya lupa," kata pria yang akrab disapa Pak Suan ini.

Sayangnya, karena kondisi jalannya saat ini rusak, banyak memakan korban.

"Semua masyarakat mengeluh banyak tamu jatuh ke sawah. Kalau musim hujan ramai, macet sering bertengkar tamu gak mau ngalah, banyak yang jatuh, begitu pula pemilik lahan padi hancur mereka mengeluh," papar dia.

Pria berusia 65 tahun ini kemudian menceritakan bahwa baru - baru ini pihaknya telah melakukan pengukuran mandiri bersama Kelian Dinas Banjar Tegal Gundul dan bersama pemilik sawah.

Permohonan untuk meminta kesediaan para pemilik lahan sawah untuk memberikan lahan sawahnya secara cuma - cuma untuk diperlebar. Panjang jalur tersebut sendiri diperkirakan 300 meter.

"Rencananya kan itu diperlebar jadi 5 meter dari atas ke bawah dan kita sudah minta ke pemilik lahan/sawah untuk memberikan cuma - cuma dan mereka setuju," kata Kelian Dinas Banjar Tegal Gundul I Wayan Suryanta.

Rencananya jalan tersebut akan diaspal oleh Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR) Kabupaten Badung.

"Ya benar kalau kami di semuanya di bawah kan tinggal menunggu perintah, tapi itu kan yang akan mengerjakan PUPR Badung," tandas dia.

Artikel ini sudah tayang di detikBali.



Simak Video "Tari Kecak Uluwatu Bali yang Sarat dengan Filosofi Mistis"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA