Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 30 Nov 2022 06:41 WIB

TRAVEL NEWS

Pemerintah Prioritaskan Dongkrak Wisata Joglosemar, Ini Alasannya

Femi Diah
detikTravel
Pura Mangkunegaran
Taman Pracima di Pura Mangkunegaran (Foto: Femi Diah/detikcom)
Jakarta -

Joglosemar atau Yogyakarta, Solo, dan Semarang menjadi salah satu kawasan yang tengah dikembangkan wisatanya oleh PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, perusahaan milik BUMN. Apa alasannya?

Rupanya kedekatan Joglosemar dengan satu destinasi wisata super prioritas Candi Borobudur adalah kuncinya. Joglosemar dijadikan menjadi penyokong wisata candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia itu. Lagipula, Candi Borobudur dikelola oleh PT Taman Wisata Candi orobudur, Prambanan dan Ratu Boko, pengelola destinasi wisata heritage milik pemerintah.

"Kota-kota ini sudah terhubung dengan jalan tol sehingga jarak tempuh menjadi lebih singkat. Setelah wisatawan mengunjungi Candi Borobudur, mereka bisa menuju Yogyakarta, Solo, atau Semarang," kata Direktur Utama InJourney Dony Oskaria kepada pewarta, Selasa (29/11/2022).

Nah, agar tiga kota itu bisa melengkapi hasrat wisatawan untuk plesiran dengan nuansa yang beragam, InJourney menitikberatkan kepada pengembangan destinasi. Satu poin yang cukup mendukung untuk pengembangan wisata Joglosemar adalah ketiga kota itu memiliki dan tengah disiapkan untuk mempunyai wisata unggulan yang berbeda.

Sebagai gambaran, Yogyakarta memiliki beragam wisata alam dan belanja, sedangkan Solo sangat lekat dengan budaya, dan Semarang memiliki jejak sejarah yang terpadu di satu kawasan, yakni di Kota Lama.

Selain itu, Joglosemar memenuhi semua parameter untuk menyambut wisata massal, utamanya memiliki beragam destinasi wisata. Joglosemar juga sama-sama mempunyai semua fasilitas yang dibutuhkan untuk wisatawan, mulai dari bandara, hotel, restoran, dan shopping center. Joglosemar juga mempunyai beragam atraksi, serta peninggalan bangunan heritage dan budayanya amat kental.

Direktur Utama InJourney Dony OskariaDirektur Utama InJourney Dony Oskaria (Foto: 20detik)

Menurut Dony InJourney juga telah memiliki rancangan prioritas pengembangan di tiga kota itu untuk mendukung wisatanya. Termasuk, aspek transportasi.

"Yang utama akan kami kerjakan di Yogyakarta adalah merenovasi Grand Inna Malioboro. Kami memiliki satu heritage building yang bagus dan sudah seharusnya kami maksimalkan untuk pengembangan wisata. Mulai bulan Desember kami akan melakukan renovasi dengan tetap mempertahankan heritage-nya," ujar Dony.

"Kemudian, perbaikan dan perubahan Stasiun Tugu. Stasiun ini akan menjadi stasiun pariwisata. Kami akan mengembalikan Stasiun Tugu kepada bangunan otentik dan kulturnya," Dony menambahkan.

Sementara itu, Solo diprioritaskan untuk menyeimbangkan budaya dan warisan sejarahnya. Salah satu yang sedang digarap dan akan segera rampung adalah pembangunan kembali Taman Pracima di Pura Mangkunegaran. Selain itu, Stasiun Solo Balapan juga bakal mendapatkan sentuhan dari InJourney.

"Solo sudah sangat kuat budayanya, tetapi heritagenya belum dimaksimalkan. Kami juga menilai Solo tidak memiliki satu destinasi wisata yang betul-betul kuat untuk ditawarkan kepada wisatawan dan di saat bersamaan Pura Mangkunegaran meminta untuk pengembangan," kata Dony.
"Kebetulan Pura Mangkunegaran dulu, 100 tahun yang lampau, memiliki taman yang begitu indah. Kami hanya mengembalikan taman itu berada di sana. yakni, Taman Pracima," dia menjelaskan.

"Kemudian, seperti Stasiun Tugu, Stasiun Solo Balapan juga akan dikembalikan sesuai dengan wajahnya yang otentik dan menjadi heritage. Satu lagi adalah melakukan perbaikan Lokananta, perusahaan rekaman pertama di Indonesia, menjadi creative hub," ujar Dony.

Bagaimana dengan Semarang?

"Kota Lama Semarang merupakan satu-satunya di Indonesia yang ada di satu lokasi, sehingga lebih mudah melakukan penataan. Sudah begitu, 82 persen bangunan di Kota Lama adalah milik BUMN," ujar Dony.

"Kota Lama secara akses dan infrastruktur sudah disiapkan oleh daerah untuk wisata dan pemerintah daerah sangat aktif dan memiliki pengelolaan yang lebih maju daripada daerah lain," Dony menuturkan.



Simak Video "Diguyur Hujan, Kota Lama Semarang Banjir"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA