Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 04 Jan 2023 18:10 WIB

TRAVEL NEWS

Sandiaga: RI Masih Terbuka untuk Turis China, Tapi Tetap Hati-hati

Tim detikcom
detikTravel
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menyambut wisatawan pertama yang tiba di Indonesia di tahun 2023.
Sandiaga saat menyambut turis di hari pertama 2023 di Bali (Foto: dok Kemenparekraf)
Jakarta -

Seiring pencabutan kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), Indonesia tidak lagi memberlakukan tes PCR atau antigen bagi wisatawan mancanegara, termasuk dari China. Padahal seperti diketahui bahwa beberapa negara seperti Amerika Serikat, India, Jepang, dan sejumlah negara lainnya membatasi masuknya turis China dikarenakan angka COVID-19 sedang naik.

Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan bahwa pencabutan PPKM pada 30 Desember 2022 menjadi angin segar bagi wisatawan. Meski demikian, ia mengingatkan wisatawan untuk mengutamakan kesehatan, keselamatan, serta menggaungkan program sertifikasi CHSE dan mengambil pelajaran dari pandemi COVID-19.

"Jadi, saat melapor pada Presiden (Senin 2/1/2023) saya sampaikan, karena kita bisa mengendalikan pandemi dengan relatif baik, dan kebangkitan pariwisata khususnya kedatangan wisatawan dari China ini sudah lama ditunggu dengan penuh keberhati-hatian, tetap kita perlakukan seperti sekarang tanpa adanya tes PCR, travel warning, agar narasi yang kita sampaikan bahwa Indonesia menyambut wisatawan mancanegara dengan kehati-hatian," kata Menparekraf Sandiaga.

Menparekraf optimistis target 250 ribu wisatawan dari China bisa terpenuhi, namun tetap kewaspadaan yaitu kesiapsiagaan untuk memantau khususnya dari aspek kesehatan.

Seperti diketahui dampak dari turis asing asal China berkunjung ke Indonesia bisa dibilang cukup besar. Sebab, pada 2019 turis asing China berada di posisi kedua sebagai penyumbang wisman ke Indonesia sebanyak 2 juta kunjungan.

"Mari kita garap dengan penuh semangat pasar China ini, namun kita fokus pada yang berkualitas dan berkelanjutan, lama tinggalnya lebih panjang, dan juga meningkat dari segi belanjanya kepada ekonomi lokal, jadi ini yang menjadi harapan kita," kata Menparekraf.

China sendiri mengizinkan warganya untuk bepergian ke luar negeri mulai 8 Januari 2023. Meski hingga kini belum ada aturan gamblang mengenai mekanisme masuknya turis China ke Indonesia, Sandiaga mengatakan protokol kesehatan harus tetap diberlakukan secara ketat di destinasi wisata.

"Saya mendengar dari Pak Menkes, kita memiliki tingkat kekebalan di atas 98 persen. Kita harus pastikan penerapan CHSE dan menyambut wisatawan China dalam prinsip terbuka dengan penuh kehati-hatian," dia menambahkan.

Selain itu, Sandiaga juga menjelaskan, Indonesia menginginkan turis China yang berkualitas. Hal itu akan terlihat dari durasi tinggal dan seberapa banyak mereka berbelanja.

Sementara itu, Sandiaga menyebutkan sudah beberapa permintaan maskapai China untuk dapat terbang langsung ke Indonesia, khususnya ke Jakarta dan Bali. Adapun untuk titik inbound-nya berada di Guangzhou, Shanghai, dan Beijing.

"Sembari menunggu kesiapan Garuda, kami juga mengharapkan Lion, Batik bisa mengisi permintaan penerbangan langsung dari China. Beberapa sudah meminta itu Air China, China Eastern dan China Southern ditingkatkan jumlah penerbangan sehingga akan terlihat kuartal pertama capaian targetnya," ujarnya.

Sementara itu Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyebut pihaknya memantau perkembangan Corona di China.

"Adanya gelombang kasus COVID di negara lain seperti di China tentunya tetap dimonitor. Pemerintah selalu melakukan surveilans epidemiologi di titik masuk seperti bandara untuk mencegah adanya kasus masuk dari negara lain," kata juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito.

Wiku mengatakan kasus Corona di Tanah Air harus tetap terkendali meskipun kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) akan disesuaikan nantinya. Pemerintah, lanjutnya, akan terus menggencarkan vaksinasi booster ke masyarakat.

"Kasus COVID di Indonesia harus tetap dikendalikan meskipun kebijakan PPKM akan disesuaikan. Menjaga herd immunity di masyarakat tetap tinggi dengan cara meningkatkan cakupan vaksinasi booster adalah langkah yang dilakukan pemerintah untuk mempertahankan kasus yang terkendali," ucapnya.



Simak Video "Alasan Indonesia Tak Wajibkan Turis China Negatif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA