Penarikan kembali 6.000 unit pesawat dilakukan oleh Airbus. Asia-Pasifik terdampak, karena jadi kawasan dengan pengguna pesawat paling banyak.
Menurut Cirium, sebuah perusahaan analisis penerbangan, ada 2.274 Airbus A320 yang beroperasi di kawasan Asia-Pasifik, lebih banyak daripada kawasan lain di dunia, seperti dikutip dari The Sydney Herald pada Sabtu (29/11/2025).
Airbus Eropa mengatakan akan segera memerintahkan perbaikan untuk 6.000 unit jet keluarga A320 yang banyak digunakan oleh maskapai dunia.
Kemunduran ini tampaknya merupakan salah satu penarikan terbesar yang mempengaruhi Airbus dalam 55 tahun sejarahnya, padahal beberapa minggu lalu A320 mencetak rekor menyalip Boeing 737 sebagai model yang paling banyak dikirimkan.
Ada sekitar 11.300 unit A320 yang beroperasi, termasuk 6.440 unit model inti A320, yang pertama kali terbang pada tahun 1987.
Sebelumnya, Airbus merilis pernyataan yang mengatakan bahwa peristiwa baru-baru ini yang melibatkan pesawat A320 yang mengungkapkan bahwa radiasi matahari intens dapat merusak data penting untuk fungsi kontrol penerbangan.
Airbus mengatakan pihaknya kemudian mengidentifikasi sejumlah besar pesawatnya yang mungkin terdampak.
Operator A320 terbesar di dunia, American Airlines, mengatakan sekitar 340 pesawat, 70 persen dari armada A320, akan membutuhkan perbaikan.
Di Kolombia, penarikan kembali ini juga mempengaruhi 70 persen armada maskapai Avianca. Maskapai ini telah menutup penjualan tiket hingga 8 Desember.
Maskapai lain mengatakan akan menghentikan layanan pesawat untuk sementara waktu guna perbaikan, termasuk Lufthansa dari Jerman, IndiGo dari India, dan easyJet dari Inggris.
"Sebuah analisis baru-baru ini melibatkan pesawat A320. Mereka mengungkapkan bahwa radiasi matahari yang intens dapat merusak data penting untuk fungsi kontrol penerbangan," demikian pernyataan perusahaan tersebut, seperti dilansir Sky News.
"Oleh karena itu, Airbus telah mengidentifikasi sejumlah besar pesawat A320 yang saat ini beroperasi untuk ditarik ke pabrikan untuk dilakukan pengecekan," tambahnya.
Airbus telah bekerja sama secara proaktif dengan otoritas penerbangan untuk meminta tindakan pencegahan segera dari operator melalui Transmisi Operator Peringatan (AOT). Pabrikan akan mencoba melakukan perlindungan perangkat lunak dan/atau perangkat keras yang tersedia, dan memastikan armada aman untuk terbang. AOT ini akan tercermin dalam Arahan Kelaikan Udara Darurat dari Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA).
Simak Video "Video Tambah Tahu: Kenalan Sama Airbus A400M, Si Raksasa Udara Terbaru TNI AU!"
(bnl/ddn)