Penerbangan dari India kini menjadi perhatian khusus di sejumlah bandara Asia. Indonesia bersama Singapura dan Malaysia meningkatkan pengawasan sebagai langkah antisipasi terhadap penyebaran virus Nipah.
Dilansir dari mothership, Kamis (29/1/2026) Kementerian Kesehatan Malaysia mengatakan meskipun belum ada kasus penyakit Nipah sejak 1999, mereka mewaspadai risiko penularan lintas batas menyusul infeksi sporadis yang dilaporkan di beberapa negara lain.
Untuk itu, Kemenkes Malaysia pasang kuda-kuda terkait kesiapan kesehatan masyarakat di titik masuk, termasuk bandara internasional, pelabuhan laut, dan perbatasan darat, tetap sesuai dengan protokol yang telah ditetapkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah serupa dilakukan Singapura. Badan Pengendalian Penyakit Menular Singapura (CDA) memantau dengan cermat infeksi virus Nipah di Benggala Barat, India, dan telah meningkatkan kewaspadaan. CDA juga menyebarkan imbauan kesehatan kepada para traveler di titik masuk ke Singapura, serta memasang alat pengukur suhu di bandara untuk penerbangan dari daerah yang terdampak.
Singapura telah mengingatkan rumah sakit dan departemen gawat darurat untuk waspada terhadap infeksi virus Nipah pada pasien dengan gejala yang sesuai dan riwayat perjalanan baru-baru ini ke daerah yang terkena dampak.
Selain itu, CDA mengatakan Kementerian Tenaga Kerja meningkatkan pengawasan terhadap pekerja migran yang baru tiba dari Asia Selatan, dan melibatkan penyedia layanan kesehatan primer untuk meningkatkan kewaspadaan.
Sebelumnya, Thailand, Nepal, Hong Kong, Taiwan dan Myanmar telah memperkuat pengawasan medis dan pengendalian penumpang yang masuk melalui bandara dan perbatasan.
Di Vietnam, bandara internasional Noi Bai, Tan Son Nhat, Phu Quoc, dan bandara lainnya memperkuat pemantauan penumpang dari daerah berisiko tinggi untuk mencegah epidemi yang disebabkan oleh virus Nipah masuk ke Vietnam.
Penumpang disarankan untuk mematuhi proses pemeriksaan medis secara ketat, menyatakan kondisi kesehatan mereka dengan jujur, dan bekerja sama dengan petugas karantina.
Masyarakat harus membatasi kontak dengan hewan liar, terutama kelelawar pemakan buah, tidak mengonsumsi makanan yang berisiko menularkan penyakit, makan makanan yang dimasak, minum air rebusan, dan mencuci tangan secara teratur.
Di Indonesia, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta pun mulai meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan terhadap penumpang internasional yang datang dari negara terjangkit. BBKK Soetta pun juga mengimbau traveler untuk selalu menjaga kebersihan.
"Kita kan punya aplikasi All Indonesia yang di dalamnya terdapat deklarasi kesehatan. Deklarasi ini sebagai salah satu early warning atau mapping risiko terhadap penumpang pesawat yang akan mendarat di Soekarno-Hatta dan juga bandara internasional yang lain. Kalau misalnya ada penumpang yang ada menunjukkan tanda dan gejala, maka kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Kepala BBKK Bandara Internasional Soekarno-Hatta Naning Nugrahini saat dihubungi detikTravel, Rabu (28/1).
Baca juga: Sejumlah Bandara di Asia Siaga Virus Nipah! |
Selain mengandalkan All Indonesia, BBKK Soetta juga akan meningkatkan pemantauan melalui thermal scanner. Penumpang yang datang dari negara terkasus virus nantinya akan dipantau juga dengan observasi visual.
Naning juga mengimbau traveler untuk senantiasa menjaga kesehatan dan kebersihan. Kepada tim di lapangan pun, dia mengingatkan untuk selalu praktek bersih serta memakai masker dan sarung tagan.










































