Indonesia Gandeng Afsel, Target Wisatawan Dua Negara Digenjot

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Indonesia Gandeng Afsel, Target Wisatawan Dua Negara Digenjot

Syanti Mustika - detikTravel
Kamis, 05 Feb 2026 17:38 WIB
Indonesia Gandeng Afsel, Target Wisatawan Dua Negara Digenjot
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana bersama dengan Menteri Pariwisata Afrika Selatan Patricia de Lille (Syanti Mustika/detikcom)
Jakarta -

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana bersama dengan Menteri Pariwisata Afrika Selatan Patricia de Lille, menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait kerjasama wisata. Kedua negara ingin saling meningkatkan kunjungan wisatawan.

"Perjanjian ini dimaksudkan untuk mempromosikan dan memfasilitasi pertumbuhan pariwisata secara berkelanjutan dan jangka panjang. Dipandu oleh prinsip kesetaraan, saling menguntungkan, dan penghormatan penuh terhadap kewajiban luar negeri masing-masing negara," ujar Menpar Widiyanti dalam jumpa pers, Kamis (5/2/2026).

Menpar Widiyanti menambahkan kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan arus wisata antar kedua negara. Mereka nantinya akan saling memfasilitasi kemudahan traveling antar kedua negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita telah membahas tindak lanjut untuk memastikan implementasi MOU yang efektif serta kolaborasi konkret di beberapa bidang strategis. Melalui MOU ini, kedua negara sepakat untuk meningkatkan kolaborasi di beberapa bidang strategis termasuk pariwisata berkelanjutan, pengembangan sumber daya manusia, pemasaran dan promosi, investasi pariwisata, standar keselamatan dan layanan pariwisata, studi dan pengembangan pariwisata, dan bidang kerja sama lainnya di kawasan pariwisata," tambahnya.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri bersama dengan Menteri Pariwisata Afrika Selatan Patricia de LilleMenteri Pariwisata Widiyanti Putri bersama dengan Menteri Pariwisata Afrika Selatan Patricia de Lille enekan MoU terkait kerjasama wisata Foto: (Syanti Mustika/detikcom)

ADVERTISEMENT

Terpisah, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini Mohamad Paham menambahkan, salah satu bentuk implementasi dari MoU ini adalah masalah aksesibilitas. Nantinya, Kemenpar akan berkoordinasi dengan InJourney dan Kementerian Perhubungan terkait aksesibilitas ini.

"Ketika bicara akses kan pasti dua ya, satu transportasinya, satu lagi kemudahan business of travel yaitu visa. Nah, Pak Wapres sudah menyampaikan bahwa Indonesia akan memberikan free visa, tapi memang ini willingness yang masih dalam proses karena in practice ini kita masih melakukan visit on arrival (VoA), tapi akan diperlakukan free visa buat Afrika. Nah, reciprocally Afrika sudah memberikan free visa buat Indonesia. Mereka juga sudah punya aplikasi, kalau kita pakai e-visa, mereka punya aplikasi khusus yang semuanya masuk di databasenya Afrika dan kita akan diproses cepat untuk visanya," papar Martini.

"Jadi mudah-mudahan flow dari sisi regulasi visa itu sudah mulai lebih gampang, tapi masih challenge adalah in terms of accessibility. Nah, ini posisi kementerian pastinya harus terus berkoordinasi sama Kementerian Perhubungan, sama BUMN, langsung menjembatani maskapai gitu," tambahnya.

Melalui momen kerjasama ini, Martini mengatakan banyak hal yang bisa dipelajari pariwisata Indonesia ke Afrika Selatan. Salah satunya terkait pengelolaan taman nasional dan wisata keberlanjutan.

"Kita bisa belajar dari Afrika Selatan yang terkenal dengan taman nasionalnya terkait bagaimana cara mengedukasi, tak hanya wisatawan namun juga warga sekitar. Mereka di sana jelas banget do and don't untuk wisatawan," katanya.

Menurut data BPS, adapun jumlah kunjungan wisatawan Afrika ke Selatan sebanyak 36.548 orang. Kemenpar berharap dengan adanya kerja sama ini, dapat juga memberikan peningkatan dari segi ekonomi dan saling menguntungkan.




(sym/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads