Manfaatkan Waktu Transit, Turis Bisa Diberi Tur Gratis di PIK 2

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Manfaatkan Waktu Transit, Turis Bisa Diberi Tur Gratis di PIK 2

Wahyu Setyo Widodo - detikTravel
Jumat, 06 Feb 2026 15:34 WIB
Manfaatkan Waktu Transit, Turis Bisa Diberi Tur Gratis di PIK 2
Wisatawan di PIK 2 (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Ingin meniru negara-negara lain, turis yang memiliki waktu transit di Jakarta bisa diberikan tur wisata gratis di kawasan PIK 2.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty meminta pengelola Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 untuk menyediakan free tour bagi penumpang pesawat yang transit di Bandara Soekarno Hatta.

Menurut dia, hal itu bisa dilakukan karena PIK 2 yang berlokasi di Tangerang, Banten lokasinya berdekatan dengan bandara yang diakses oleh ribuan penumpang internasional setiap harinya itu. Dia pun mencontohkan bahwa bandara di Singapura pun menyediakan hal itu bagi penumpang pesawat yang transit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau Singapura itu kalau kita transit 3 jam 4 jam itu ada counter free tour-nya, gratis. Ini kan cuma 15 menit dari bandara," kata Evita seperti dikutip dari Antara, Jumat (6/2/2026).

Selain itu, dia juga meminta kepada kawasan PIK 2 agar mengontrol harga-harga produk yang dijual di sana. Jangan sampai produk-produk yang dijual di kawasan itu justru harganya mahal, sehingga dihindari oleh wisatawan domestik.

ADVERTISEMENT

"Turis domestik adalah penopang pembangunan dan pendapatan daripada pariwisata Indonesia," kata dia.

Destinasi wisata di PIK 2 sekarang sudah sangat beragam. Yang terbaru, ada Cafe Jamu Indonesia dari acaraki, sebuah tempat untuk menikmati jamu dengan cara yang lebih kekinian dan cocok buat anak muda.

Di sini pengunjung akan diajak untuk lebih memahami filosofi jamu, jampi (doa), oesodo (kesehatan), dan pengetahuan lintas generasi, sekaligus menikmati inovasi yang dikemas dengan selera masa kini.

Jamu di sini bisa dinikmati dengan lebih modern lewat inovasi Jamu Capsule. Ada tiga varian yang bisa dicoba pengunjung yaitu Turmeric, Shades of Gold, dan All About Ginger.

Taruna IkrarKepala BPOM Taruna Ikrar meresmikan Cafe Jamu Foto: (dok. Istimewa)

Sedangkan menurut Jony Yuwono, Founder dan Director acaraki, jamu bukan lagi sekadar minuman tradisional yang diwariskan dari dapur ke dapur, tetapi sudah menjadi sebuah pengalaman budaya yang dirayakan, dikurasi, dan diakui oleh dunia.

"acaraki hadir untuk memperluas cara masyarakat mengenal dan menikmati jamu, bukan untuk menggantikan tradisi, melainkan mendekatkan kembali ke keseharian masyarakat, terutama generasi muda," kata dia.

Kepercayaan publik dunia terhadap jamu Indonesia lahir dari standar yang tinggi, bukan sekadar klaim. Untuk itu, hilirisasi riset menjadi agenda penting agar jamu bisa bergerak dari pengetahuan tradisional menuju produk modern yang aman, bermutu, dan berdaya saing global.

Dengan kekayaan 30.000 spesies tanaman herbal, Indonesia memiliki modal alam yang sangat besar untuk masuk ke pasar global dan membuat turis-turis asing kepincut, apalagi di kawasan PIK 2 sudah sangat tertata dengan nyaman dan rapi.

Dengan membawa penumpang maupun wisatawan internasional ke PIK 2 melalui free tour, diharapkan ke depannya wisatawan secara luas bisa mengetahui keberadaan PIK 2 dan selanjutnya betul-betul berkunjung ke area tersebut.




(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads