Hikayat Pala dari Pulau Siau
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Hikayat Pala dari Pulau Siau

Hari Suroto - detikTravel
Selasa, 10 Feb 2026 14:40 WIB
Hikayat Pala dari Pulau Siau
Tanaman Pala di pulau Siau (dok. Hari Suroto/Istimewa)
Siau -

Pulau Siau terletak 146 kilometer dari Kota Manado. Pulau ini dikenal menghasilkan buah Pala dengan kualitas terbaik. Mari simak kisahnya berikut ini:

Untuk menuju pulau Siau, traveler dapat menempuh perjalanan dengan naik kapal cepat selama lima jam. Siau terkenal dengan tanaman pala.

Perkebunan pala bisa dijumpai di setiap pelosok Pulau Siau. Pala Siau dengan kualitas terbaik itu pun dijuluki emas hitam dari Karangetang. Pasar Eropa menyebutnya dengan King of Spices atau Raja Rempah-rempah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pala dan bunga pala atau fuli dikirim ke Manado, kemudian ke Singapura. Kemudian selanjutnya dikirim ke para importir besar yang menyalurkannya ke Jerman, Belanda, Italia, Inggris, Argentina dan Amerika Serikat.

Menurut laporan seorang penjelajah Portugis pada 1609, pala dan fuli dapat menyembuhkan semua gangguan pada saraf, dan rasa sakit yang disebabkan oleh kedinginan atau memperbaiki nafas yang berbau, membersihkan mata, menenangkan perut, hati, dan limpa.

ADVERTISEMENT

Pala adalah obat untuk banyak gangguan kesehatan lainnya. Pala juga berfungsi untuk menambahkan kilau luar pada wajah.

Karena nilai tersebut, para petani pala tidak dibiarkan menanam pala dengan tenang. Para pelaut Portugis, Spanyol dan Belanda pada abad ke-17, yang dengan praktik bisnis yang cerdik berhasil mengeksploitasi tanpa ampun dan memonopoli produksi pala dan fuli di pulau Siau.

Asal usul tanaman pala di Pulau Siau, pertama kali dibawa masuk oleh pedagang Siau yang dahulu sering berlayar ke Ternate. Ketika pulang, mereka membawa bibit pala dari pulau Banda.

Ternyata tanaman pala yang tumbuh di pulau Siau menghasilkan buah pala yang kualitasnya lebih baik dibandingkan pala yang berada di tempat asalnya.

Kualitas pala terbaik yaitu dari wilayah Kecamatan Siau Timur karena memiliki kandungan minyak atsiri yang tinggi. Selain komoditas biji, UMKM di pulau Siau juga mengolah daging buah pala menjadi manisan, sirup, dan produk olahan lainnya.

Produk hasil dari industri UMKM ini kemudian dijual sebagai oleh-oleh bagi traveler yang berkunjung ke pulau Siau atau kota Manado.

-------

Artikel ini ditulis oleh Hari Suroto. Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII Sulawesi Utara.




(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads