Spesies siput ini pernah dianggap punah oleh dunia. Namun, kebun binatang di Inggris 'membangkitkannya' dari kepunahan.
The Greater Bermuda Snail atau Poecilozonites bermudensis berhasil diselamatkan dari ambang kepunahan oleh Kebun Binatang Chester di Inggris. Perlu waktu bertahun-tahun, para ahli membangun populasi mereka dengan kerja keras, seperti dikutip dari Euro News, Rabu (11/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya koloni siput ini terlihat merayap di sebuah lorong di ibu kota Hamilton pada tahun 2014. Beberapa di antaranya diterbangkan ke Kebun Binatang Chester untuk dikembangbiakkan. Populasi mereka dilepas ke alam liar pada tahun 2019.
Menurut penelitian, spesies siput ini merupakan peninggalan ekosistem kuno Bermuda. "Sekarang kita dapat secara resmi mengatakan spesies ini telah kembali dari ambang kepunahan," kata Kebun Binatang Chester dalam sebuah pernyataan.
Mereka mengkonfirmasi hal ini setelah sebuah studi di jurnal konservasi keanekaragaman hayati Oryx menemukan bahwa enam koloni siput yang dilepaskan kembali ke alam liar telah berhasil menetap di kepulauan tersebut.
"Fakta bahwa siput-siput itu telah mapan di enam area adalah hal yang luar biasa," kata Gerardo Garcia, direktur hewan dan tumbuhan di Kebun Binatang Chester.
Dari wadah khusus yang dirancang di barat laut Inggris, kini mereka berkembang biak dan berkeliaran bebas di Bermuda. "Mampu mengatakan bahwa siput-siput itu sekarang aman dari kepunahan sungguh menakjubkan dan sesuatu yang mungkin hanya bisa dikatakan oleh para konservasionis sekali atau mungkin dua kali sepanjang karier mereka," ungkapnya.
Pada suatu waktu, penjaga kebun binatang Katie Kelton mengatakan kebun binatang tersebut menampung sekitar 60.000 siput. Tak terbayang kesibukan kebun binatang saat itu. Mereka banyak memotong selada, ubi jalar, dan wortel sepanjang waktu.
Siput-siput itu menghadapi banyak ancaman, termasuk hilangnya habitat, penggunaan pestisida, dan siput serigala yang kanibal. Garcia menyebut bahwa penyelamatan spesies itu sebagai "permainan perang" dengan jumlah dilacak oleh bendera yang ditancapkan di peta Bermuda.
Meskipun mereka tidak dapat mengatakan spesies itu aman selamanya, ia mencatat bahwa mereka sekarang tahu bagaimana membangun kembali populasi dengan cepat dan efektif.
Namun, menurutnya, pemulihan jangka panjang akan berjalan seiring dengan proyek regenerasi alam yang dilakukan oleh pemerintah Bermuda. Kebun Binatang Chester kini mengalihkan perhatiannya ke siput darat Bermuda yang lebih kecil, bahkan lebih kecil dan jauh lebih sulit untuk dikembangbiakkan.
Siput ini, yang dapat mencapai panjang sekitar 23 milimeter, mungkin sekarang telah punah di alam liar. "Kami mempertimbangkan hal-hal seperti musim, berapa lama waktu yang dibutuhkan koloni untuk terbentuk, dan kompleksitas lingkungan mereka," kata pakar Iri Gill.
Namun, pengalaman mereka dengan siput Bermuda yang lebih besar seharusnya mengarahkan mereka ke arah yang seharusnya. "Siput ini sangat kecil, tetapi ini telah menjadi salah satu kisah sukses terbesar dalam konservasi," tutupnya.
(bnl/ddn)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5