Duh Memalukan, 7 Koper Turis Thailand Raib di Bromo

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Duh Memalukan, 7 Koper Turis Thailand Raib di Bromo

M Rofiq - detikTravel
Selasa, 17 Feb 2026 08:39 WIB
Wisatawan Bromo asal Thailand saat menggerebek sebuah rumah yang diduga lokasi mennyimpan koper mereka
Wisatawan Bromo asal Thailand saat menggerebek sebuah rumah yang diduga lokasi mennyimpan koper mereka. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Insiden pencurian tujuh koper milik wisatawan asal Thailand di kawasan Pendopo Pemberhentian Bus, Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (15/2/2026), mengguncang citra wisata Gunung Bromo. Pemerintah Kabupaten Probolinggo pun bereaksi cepat.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris merespons keras kejadian yang dinilai mencoreng nama baik destinasi unggulan tersebut. Gus Haris menyayangkan terjadinya peristiwa pencurian koper milik turis Thailand itu karena Gunung Bromo merupakan wisata yang hingga kini menjadi salah satu tujuan utama wisata di Indonesia.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, saya menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas kejadian kehilangan barang yang dialami rombongan wisatawan asal Thailand di kawasan Bromo," kata Gus Haris, Senin (16/2).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan Gunung Bromo adalah wajah pariwisata dan setiap wisatawan bukan sekadar tamu melainkan adalah sahabat yang harus jaga bersama. Insiden itu menjadi pengingat bagi semua pihak, jika rasa aman bagian utama dari pengalaman wisata.

"Saya mengajak seluruh masyarakat, pelaku wisata, aparat keamanan, dan seluruh stakeholder untuk memperkuat kebersamaan menjaga keamanan destinasi kita. Pariwisata hanya akan tumbuh jika wisatawan pulang dengan rasa aman, nyaman, dan cerita baik tentang Probolinggo," kata Gus Haris.

ADVERTISEMENT

"Kami tidak ingin peristiwa ini menjadi trauma melainkan menjadi momentum untuk berbenah dan memperkuat sistem keamanan wisata di Bromo dan seluruh destinasi unggulan lainnya," dia menambahkan.

Gus Haris menyatakan bahwa area parkir resmi di Pendopo Agung sebenarnya telah dilengkapi kamera pengawas atau kamera CCTV. Fasilitas tersebut disiapkan untuk menjamin keamanan kendaraan dan barang milik wisatawan.

"Bromo tidak hanya harus indah dipandang, tetapi juga harus aman dirasakan. Karena keamanan wisata adalah kehormatan bagi daerah kita. Mari kita jaga bersama Bromo sebagai rumah yang hangat bagi siapa pun yang datang dari berbagai penjuru dunia," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Desa Ngadisari sekaligus tokoh masyarakat Tengger Probolinggo, Sunaryono menilai kasus pencurian itu merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, insiden tersebut tidak hanya mencoreng nama daerah, tetapi juga berdampak pada citra Indonesia di mata internasional.

"Kasus pencurian tujuh koper milik pengunjung asal Thailand ini merupakan tanggung jawab semua pihak, baik APH (Aparat Penegak Hukum), pelaku usaha jasa wisata, maupun seluruh pemilik travel. Ini membuat kita malu, bukan hanya di Indonesia, melainkan hingga internasional," ujar Sunaryono saat dihubungi detikJatim melalui pesan WhatsApp.

"Seharusnya travel yang membawa dan menangani perjalanan rombongan turis tersebut ikut bertanggung jawab menjaga barang bawaan penumpangnya," dia menambahkan.

Tokoh masyarakat Tengger juga mendesak aparat penegak hukum segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap para pelaku.

"Kami berharap kasus pencurian yang menimpa wisatawan asing ini segera selesai, pelakunya ditangkap dan diproses secara hukum agar ada efek jera dan tidak terulang kembali di area wisata Bromo," kata dia.

Lebih lanjut, masyarakat Tengger menyoroti dampak kepariwisataan yang dinilai belum sepenuhnya dirasakan warga sekitar. Mereka berharap seluruh unsur terkait, mulai dari TNBTS, Dinas Pariwisata Pemkab Probolinggo, TNI/Polri, tokoh masyarakat Tengger, hingga pelaku usaha jasa wisata, dapat duduk bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan wisata Bromo.

"Kami berharap kepada semua pihak, baik aparat penegak hukum maupun pengelola wisata Gunung Bromo, TNBTS, Dinas Pariwisata Pemkab Probolinggo, dan seluruh pelaku usaha jasa wisata, untuk bertanggung jawab menjaga kamtibmas di wilayah wisata Gunung Bromo agar kasus ini tidak terulang kembali," ujar Sunaryono.

Artikel itu menjadi yang terpopuler kemarin. Di urutan kedua terfavorit pembaca adalah Jepang Catat Pembatalan Hotel Massal di Tahun Baru Imlek diikuti Kampung Gajah, Wisata Terbengkalai Itu Jadi Lokasi Penemuan Mayat Siswa SMP. Melengkapi lima besar Kasus-kasus yang Pernah Terjadi di Bromo: Pemalakan-Pelecehan Seksual dan Barongsai Terbang di Atas Air Ramaikan Long Weekend Imlek.

10 besar artikel terpopuler detikTravel, Senin (16/2/2026):



(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads