Kasus-kasus yang Pernah Terjadi di Bromo: Pemalakan-Pelecehan Seksual
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kasus-kasus yang Pernah Terjadi di Bromo: Pemalakan-Pelecehan Seksual

Tim detikTravel - detikTravel
Senin, 16 Feb 2026 12:15 WIB
Sejumlah wisatawan menyaksikan matahari terbit di Penanjakan Satu Bromo, Pasuruan, Jawa Timur.
Ilustrasi Bromo (ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)
Probolinggo -

Rombongan turis Thailand jadi korban pencurian di Bromo. 7 Koper hilang. Ternyata, sejumlah kasus kriminal yang menimpa turis juga pernah terjadi di Bromo.

Dari mulai pemalakan uang hingga pelecehan seksual dengan korban turis pernah terjadi di Bromo. Berikut daftarnya:

1. Pemalakan Uang

Menurut catatan pemberitaan detikTravel, tahun 2022 silam, pernah terjadi kasus pemalakan terhadap wisatawan di Bromo. Pelakunya adalah seorang tukang ojek kuda di kawasan Bromo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus itu viral di TikTok setelah diunggah oleh akun @aldidutcho. Cerita bermula ketika Aldi memvideokan suasana indah di Bromo. Tiba-tiba saja, ada seorang tukang ojek kuda yang menghampiri.

Tukang ojek kuda itu kemudian meminta uang Rp 50 ribu kepada Aldi karena telah memvideokan dirinya. Padahal dijelaskan Aldi, ia tidak memvideokan penunggang kuda yang memalaknya. Kata dia, penunggang kuda itu menyalipnya.

ADVERTISEMENT

"Itu saya tidak memvideokan dari belakang dan sembunyi-sembunyi. Setelah saya videokan teman-teman dan panorama sekitar, kebetulan bapaknya lewat, melintas ke depan saya, apes," terang dia.

Meski sudah menawarkan damai dengan menghapus rekaman, tapi tukang ojek kuda itu tetap teguh untuk meminta uang kepada Aldi. Aldi pun merasa kecewa.

"Saya sebagai wisatawan sangat kecewa sekali. Tolong pada pengelola Bromo, diberantas pemalak kayak begitu #bromotenggersemeru," terang Aldi.

Dalam video Tiktoknya, dia pun mewanti-wanti agar wisatawan yang lain untuk lebih berhati-hati ketika liburan ke Bromo.

"Kalau ke Bromo hati-hati jangan syukur-syukur ambil video. Ini pengalaman pahit saya, memvideokan kuda orangnya malah malak saya Rp 50 ribu. Tak suruh hapus malah nggak mau," kata Aldi.

Kasus ini berakhir damai setelah pelaku bernama Suyono, pemandu kuda di kawasan wisata Bromo, meminta maaf kepada korban.

"Selamat siang kepada seluruh rakyat Indonesia, saya pak Suyono, pemandu kuda di kawasan wisata Bromo. Saya minta maaf atas viralnya video saya yang berbuat tidak semestinya," kata Suyono dalam sebuah video.

"Sekali lagi saya meminta maaf yang sebesar-besarnya, khususnya kepada bapak pemilik akun Tiktok Aldi. Saya berjanji tidak mengulangi lagi. Sekali lagi saya mohon maaf kepada semua pihak atas perbuatan saya," dia menambahkan.

Wisatawan yang menjadi korban pemalakan oleh ojek kuda di Gunung Bromo pun akhirnya memaafkan pelaku. Ia berharap kejadian serupa tidaklah berulang.

"Saya memaafkan pak Suyono selaku tukang ojek kuda. Saya berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di wisata Gunung Bromo, dan para pelaku jasa di wisata Gunung Bromo bisa melayani tamu dengan baik. Dan hal serupa tidak terulang kembali," ujar Abdul Malik (48), warga Muncar, Banyuwangi. Malik adalah pemilik akun TikTok @aldiducth yang mengunggah apa yang dialaminya di Bromo.

Menteri Pariwisata saat itu, Sandiaga Uno juga turut memberikan komentarnya terkait pemalakan terhadap wisatawan di Bromo. Dia sudah menginstruksikan ke Pokdarwis setempat untuk terus memberikan sosialisasi dan edukasi.

"Saya sudah memberikan instruksi agar terus berkoordinasi untuk sosialisasi untuk edukasi. Pokdarwisnya harus memberikan pemahaman bahwa keselamatan, keamanan, dan kenyamanan dari wisatawan itu harus kita utamakan. Jangan sampai mereka kapok, apalagi kalau digetok," kata Sandi saat melakukan kunjungan ke Pulau Panjang pada Selasa (28/6/22).

"Cara berjualan ekonomi kreatif itu, kalau kita kejar mereka akan lari. Kalau digetok akan kapok. Jadi jangan seperti itu. Untuk berkelanjutan, rezeki yang memanjang, rezeki yang barokah, mereka harus melakukan kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif yang mengutamakan keramahtamahan," tambah dia.

2. Pelecehan Seksual Terhadap Turis Prancis

Selain kasus pencurian dan pemalakan terhadap turis, kasus pelecehan seksual juga pernah terjadi di Bromo pada 2024 silam. Korbannya adalah seorang turis wanita asal Prancis bernama Cam, lengkapnya Camille Gabriele (25).

Cerita bermula ketika Cam hendak kemping di kawasan Bukit King Kong Bromo. Dalam media sosialnya, Cam menuliskan dirinya sebagai seorang solo woman hitchhiking alias wanita yang hobi nebeng ke mana-mana sendirian.

Dalam perjalanannya ke Bukit King Kong, Cam bertemu dengan seorang pria lokal. Dia pun menceritakan kronologi peristiwa itu di media sosialnya.

"Setelah satu jam berjalan ke atas bukit dan tidak ada orang yang mau memberikan tumpangan, ada seorang pria dengan motornya yang berhenti. Seperti biasa, saya berkata ke dia, saya menebeng dan saya tidak mempunyai uang. Dia bilang, 'okay'. Jadi dia membawa saya ke Bukit King Kong, sebuah spot turis yang terkenal," tulis Cam di Instagramnya.

Pria yang ditemui Cam itu bilang, dia bisa mendirikan tenda di bukit itu secara gratis. Di sana aman juga, kata si pria.

"Saya belum makan apapun seharian, dan pria itu bilang bahwa restoran yang ada di dekat sini tutup. Jadi dia akan kembali lagi membawakan snack untuk saya. Saya pun bertanya, apakah dia ingin saya memberikan uang untuk membeli snack itu, tapi kata dia tidak usah," cerita Cam.

Dua jam kemudian, Cam menyebut, pria itu kembali dengan snack yang dia janjikan sebelumnya. Dia juga masih sangat baik dan bahkan menunjukkan spot rahasia untuk melihat gunung Bromo secara gratis.

"Lalu, dia bertanya apakah dia bisa duduk di dalam tenda sambil ngobrol. Saya sebenarnya tidak nyaman dengan itu, tapi mau tidak mau karena dia begitu baik pada saya (gadis yang bodoh, iya saya tahu). Tapi sebelumnya, saya sudah beri tahu dari awal: Saya akan tidur di dalam tenda sendirian malam ini dan pria itu tidak masalah," lanjutnya.

Selang beberapa waktu, Cam pun meminta pria itu untuk pergi dari tenda, karena cewek Prancis itu mau tidur. Tapi, pria itu malah bilang, Cam bisa tidur saja selagi dia ada di dalam tenda. Tentu saja, cewek itu menolak!

"Saya sampai meminta beberapa kali, tapi dia menolak untuk pergi. Saya jadi marah dan dia akhirnya keluar dari tenda, tapi menolak untuk pulang. Dan, itu malah menjadi bertambah buruk," imbuh Cam.

Cam menyebut, pria itu kemudian meminta cium selama satu menit, sampai beberapa kali. Dia bahkan menjanjikan akan memberikan Cam uang, asal dia mau berciuman dengan pria tadi. Ujungnya, dia malah meminta uang kepada Cam agar mau pergi.

"Selang beberapa waktu, pria tadi akhirnya bilang, "Beri saya uang Rp 100.000,". Tak mendapat jawaban dari Cam, pria tadi bilang lagi, "Oke, Rp 50.000 saja dan saya akan pergi," ujar Cam.

Dengan secepat kilat Cam merapikan tenda, packing isi tasnya dan langsung bergegas pergi ke homestay terdekat. Sedangkan pria tadi malah bilang, "tunggu di sini, saya akan membawa teman-teman saya,".

Cam pun langsung lari dan kabur. Di homestay terdekat, dia meminta tolong. Dengan menggunakan Google Translate, dia menceritakan ada satu pria yang mengikutinya dan apakah ada kamar dimana dia bisa menginap.

Orang-orang homestay yang ditemui Cam langsung membantu cewek itu. Mereka memberikan Cam kamar homestay gratis untuk menginap, bahkan memanggil kepala desa agar dia merasa aman.

Kades Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Probolinggo, Sunaryono membenarkan kisah pelecehan yang diceritakan oleh Cam.

"Kejadian pada tanggal 5 Januari 2024 malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Pelaku kerja tukang ojek, warga Desa Ngadisari," kata Sunaryono.

Kasus tindakan pelecehan itu pun berakhir damai setelah dilakukan mediasi antara korban dan pelaku.

"Dari pelaku dan juga turisnya sudah dimediasi di kantor desa, sampai kita gunakan jasa penerjemah dengan melibatkan semua pihak. Intinya, dari turis ini tidak ada tuntutan dan selesai, sudah saling memaafkan," kata Sunaryono.

Pelaku kemudian sudah dibina oleh anggota Koramil setempat. Pembinaan dilakukan baik secara fisik maupun mental agar dia tak lagi melakukan percobaan pelecehan kepada siapapun.

Pemkab Probolinggo pun meminta maaf atas kejadian turis Prancis yang dilecehkan di Bromo. Meskipun telah dimediasi dan damai, kejadian itu pasti masih membekas bagi korban. Meski tidak ada sentuhan fisik, namun apa yang dialami Cam sudah masuk kategori pelecehan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Probolinggo, Bambang Heri Wahjudi pun meminta maaf kepada korban.

"Atas kejadian ini, kami mewakili Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo meminta maaf kepada wisatawan dan khususnya kepada korban. Semoga kejadian ini tidak terulang dan kami sangat menyesali kejadian ini," ucap Mantan Camat Krejengan itu.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Terungkap Kasus Pencurian 7 Koper Wisatawan Thailand di Bromo"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads