Tahun Baru Imlek identik dengan banyak hal, dari mulai angpao sampai shio. Berikut ulasannya:
Masyarakat Tionghoa selalu berbondong-bondong melakukan persiapan untuk menyambut hari besar Imlek. Tahun Baru Imlek memang selalu identik dengan berbagai tradisi dan simbol yang sarat makna.
Mulai dari bagi-bagi angpao, perayaan dengan ciri khas warna merah, pertunjukan barongsai, dan masih banyak tradisi lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beragam tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan, tetapi juga merefleksikan harapan akan rezeki, kebahagiaan, dan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.
Berikut 10 Hal yang Identik dengan Tahun Baru Imlek:
1. Warna Merah dan Emas
Imlek selalu identik dengan warna cerah seperti merah dan emas. Warna ini ternyata punya makna tersendiri lho traveler. Warna cerah melambangkan kecerian dalam menyambut tahun baru sehingga ornamen, hiasan, dan perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan dua warna ini.
Berdasarkan kepercayaan masyarakat Tionghoa warna merah melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan perlindungan dari energi buruk, sedangkan emas identik dengan kemakmuran dan rezeki.
2. Angpao
Siapa nih yang suka dapat angpao saat Tahun Baru Imlek? Angpao adalah amplop merah berisi uang yang dibagikan sebagai simbol berbagi rezeki dan doa keberuntungan. Tradisi ini dilanjutkan turun-temurun, biasanya orang yang sudah menikah memberikan Angpao kepada anak-anak atau kerabat yang lebih muda.
Baca juga: Libur Imlek, Turis China CLBK ke Thailand |
3. Lampion
Pada Tahun Baru Imlek, pintu dan jendela rumah didekorasi dengan bait-bait festival musim yang baru, gambar tahun baru, potongan kertas, gambar Dewa Pintu, juga lentera atau lampion. Semua dekorasi itu didominasi dengan warna merah, terutama lampion.
Lampion merah melambangkan harapan, penerangan, dan masa depan yang cerah. Pemasangan lampion saat Imlek dipercaya membawa suasana positif dan menolak kesialan.
4. Barongsai
Barongsai yang disebut juga Liong merupakan tarian tradisional yang dipercaya dapat mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan. Pertunjukan ini sering digelar di ruang publik sebagai bagian dari perayaan Imlek dan atraksi budaya.
Barongsai sering dikaitkan dengan mitos legenda Nian, monster yang memiliki kepala panjang dengan tanduk tajam yang dikisahkan tinggal jauh di dalam laut sepanjang tahun dan akan muncul pada malam tahun baru. Monster itu akan memakan manusia dan ternak-ternak desa.
5. Jeruk Mandarin
Pada Tahun Baru Imlek, ada tradisi meletakkan jeruk mandarin dan angpao di samping bantal anak-anak. Jeruk mandarin melambangkan keberuntungan dan kemakmuran. Jeruk mandarin juga diletakkan di dalam wadah nasi keluarga untuk membawa keberkahan.
6. Shio
Shio adalah sistem zodiak Tionghoa yang terdiri dari 12 hewan. Menurut kepercayaan Tionghoa setiap tahun akan diwakili satu hewan shio tertentu dan setiap satu shio dikaitkan dengan elemen tertentu (seperti kayu, api, tanah, logam, dan air). Setiap shio yang dipercaya memengaruhi peruntungan, karakter, dan nasib seseorang sepanjang tahun tersebut.
BACAJUGA:
7. Nian Go
Nian gao atau kue keranjang adalah kue beras manis yang terbuat dari tepung ketan dan gula yang melambangkan peningkatan kehidupan dan rezeki dari tahun ke tahun. Kue ini biasanya digunakan dalam ritual sembahyang dan dibagikan kepada keluarga.
8. Dupa dan Sembahyang
Ritual sembahyang dengan dupa dilakukan pada Tahun Baru Imlek untuk menghormati leluhur. Selain itu menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa bersembahyang dengan dupa juga bertujuan untuk memohon keselamatan, kesehatan, serta keberkahan di tahun baru.
9. Hujan
Setiap tiba Tahun Baru Imlek selalu datang bersamaan dengan musim hujan di Indonesia. Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, hujan yang turun saat Imlek dianggap sebagai pertanda baik karena turunnya hujan melambangkan berkah, kesuburan, dan datangnya rezeki.
10. Cap Go Meh
Cap Go Meh adalah puncak sekaligus penutup rangkaian perayaan Imlek yang jatuh pada hari ke-15 kalender lunar. Pada tahun ini, Cap Go Meh akan jatuh pada hari Selasa, 3 Maret 2026. Perayaan di hari Cap Go Meh biasanya dirayakan dengan festival, doa, dan pertunjukan budaya.
(wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5